ADVERTISEMENT

Tanpa 24 Jam Menari, Peringatan Hari Tari di ISI Solo Digelar Daring

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 04:18 WIB
Poster Hari Tari Dunia ISI Surakarta 2020
(Foto: Dok. HTD ISI Surakarta 2020)
Solo -

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo menggelar acara Hari Tari Dunia (HTD) secara tidak biasa. Pandemi COVID-19 mengharuskan panitia mengubah total konsep acara menjadi daring.

Setiap 29 April, ISI Solo selalu menyuguhkan acara 24 Jam Menari. Selain ada tarian 24 jam nonstop, terdapat rangkaian acara pendukung.

Ketua Umum HTD 2020 ISI Surakarta, Eko Supriyanto, mengatakan semenjak Corona mewabah, kegiatan HTD sebenarnya dibatalkan. Namun panitia dan sejumlah seniman tetap berupaya mengadakan meskipun dengan konsep minimalis dan dilakukan secara daring

"Sebetulnya memang tidak digelar, tapi kami bersama sejumlah seniman mencoba menginisiasi acara minimalis. Kita ajukan ke Kemendikbud dan disetujui," kata Eko saat dihubungi detikcom, Selasa (28/4/2020) malam.


Eko menyebut kali ini tak ada pentas seni ataupun menari 24 jam nonstop. Acara hanya berlangsung dalam bentuk seminar daring melalui aplikasi konferensi video dan disiarkan melalui akun YouTube HARI TARI DUNIA ISI SURAKARTA.

"Acara kita mulai pukul 10.00 sampai 17.00 WIB, ada beberapa sesi diskusi nanti. Temanya Dialektika 24 Jam Menari, Biosphere Vs Cybersphere," katanya.

Koreografer yang akrab disapa Eko Pece itu mengatakan acara ini akan menjadi refleksi perjalanan HTD ISI Surakarta/Solo sejak pertama kali. Akan diputarkan pula karya-karya tari dari sejumlah seniman.


Ada belasan seniman ternama yang turut memeriahkan acara. Antara lain Melati Suryodharmo, Elly Luthan, Kadek Puspasari, Jarot B Darsono, Iwan Dadijono.

"Nanti di sesi akhir, saya dan Melati mencoba mengajak pemirsa bersama-sama melakukan gerakan tari," ujarnya.

Dia berharap pandemi COVID-19 segera berlalu sehingga HTD tahun 2021 dapat kembali terselenggara dengan meriah.

(bai/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT