ADVERTISEMENT

Peduli Pandemi! Warga Brebes Ini Kumpulkan Bantuan Nasi Bungkus Via WA

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 13:40 WIB
Warga Brebes bagikan nasi bungkus ke pekerja nonformal
Foto: Warga Brebes bagikan nasi bungkus ke pekerja nonformal (Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Seorang warga di Brebes setiap hari membagikan ratusan bungkus nasi kepada para tukang becak, juru parkir, dan para pekerja informal lainnya. Kegiatan sosial ini diawali dari status yang diposting di aplikasi WhatsApp (WA).

Kegiatan sosial ini direncanakan tanpa melalui pertemuan tatap muka. Ide ini digagas oleh Diane Djajoesman (34) warga Kelurahan Pasarbatang Brebes yang kemudian dibantu oleh saudarinya Arien Djajoesman (37) dan para sepupunya.

Diawali dari niat membantu warga yang terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19, dia memposting status di aplikasi WA. Tanpa dinyana banyak yang berminat untuk berpartisipasi memberikan donasi.

"Awalnya saya tulis di status 'open donasi nasi ponggol untuk masyarakat terdampak pandemi COVID-19'. Langsung direspons oleh teman teman. Mereka langsung transfer dana," kata wanita yang akrab disapa Ane, Jumat (17/4/2020).

Pertama kali mengunggah status WA itu uang yang terkumpul hanya Rp 40 ribu. Setelah ditambah dengan uang pribadi, duit itu cukup untuk membuat 50 paket nasi ponggol atau nasi dengan lauk tempe orek dan mi.

"Lauknya ya orek tempe sama mi. Menu sederhana saja disesuaikan dengan uang yang ada," tuturnya.

Terdampak Corona, Janda Miskin di Polman Dapat Sembako:

Kegiatan berikutnya, tambah Ane, uang yang terkumpul makin banyak. Selain menyumbangkan uang, ada pula yang memberikan beras, tempe, dan bahkan ada yang mengirim daun pisang sebagai pembungkus nasi.

Saat ini, dengan uang donasi yang makin bertambah, Ane akhirnya bisa menyiapkan 100 nasi bungkus. Makanan ini kemudian dibagikan di kawasan pasar induk, dan beberapa tempat keramaian di Brebes. Kegiatan ini pun sudah berjalan selama lima hari terakhir.

Foto: Warga Brebes bagikan nasi bungkus ke pekerja nonformal (Imam Suripto/detikcom)

Setiap siang, Ane dibantu saudarinya berkeliling memberikan nasi ponggol itu ke para pekerja informal seperti tukang becak, juru parkir, tukang sapu dan pekerja lainnya. Wanita lajang ini mengaku prihatin dengan turunnya pendapatan para pekerja nonformal tersebut selama pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Kita tidak perlu kaya untuk bersedekah. Ada yang menyumbang uang Rp 20 ribu ada yang ratusan ribu. Ada yang kasih beras, tempe dan daun pisang," pungkas Ane.

(ams/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT