ODP-PDP Meninggal di DIY Bertambah, Pemda: Belum Tentu COVID-19

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 22:22 WIB
Hand of scientist is holding a test-tube with positive blood test on CORONAVIRUS
Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz
Yogyakarta -

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) yang meninggal belum tentu masuk daftar meninggal karena positif COVID-19. Namun pemakaman jenazah PDP tetap dengan protokol tertinggi.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan bahwa hingga hari ini tercatat ada 387 PDP dan 3.070 ODP di DIY. Dari jumlah tersebut, ada 12 PDP yang meninggal dunia sebelum hasil uji laboratorium keluar.


Sedangkan untuk jumlah ODP yang meninggal dunia, Berty belum menyampaikan datanya. Namun, dia memastikan bahwa ODP dan PDP yang meninggal dunia belum tentu masuk kategori positif COVID-19.

"Pasien meninggal ODP dan PDP tidak dimasukkan pada kasus positif COVID-19 bila belum ada hasil laboratorium. Tetapi untuk pemakaman PDP tetap dilakukan sesuai prosedur COVID-19," katanya melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

Prosedur tersebut adalah pemakaman dengan protokol tertinggi, yakni petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) saat memakamkan jenazah. Sedangkan untuk ODP yang meninggal tidak menerapkan protokol tersebut saat proses pemakaman.

"Bila nanti misalnya setelah meninggal ada hasil laboratorium positif, maka dimasukkan sebagai kasus COVID-19. Sedangkan bila hasil negatif maka masuk ke PDP negatif," ucapnya.


Hingga hari ini, jumlah pasien positif COVID-19 di DIY belum mengalami penambahan. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal bertambah 1 dan pasien positif COVID-19 sembuh bertambah satu meski yang bersangkutan meninggal dunia.

Hingga hari ini tercatat ada 387 PDP, 134 di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 DIY. "Untuk tambahan yang positif tidak ada, masih 38 kasus dengan rincian sembuh 7 orang dan yang meninggal 6 orang. Untuk yang hasil lab negatif ada 123 orang, yang masih dalam proses (menunggu hasil uji lab) 226 orang dan untuk jumlah ODP ada 3.070," papar Berty.

(mbr/rih)