Hadapi Outbreak Pandemi Corona, Sragen Siapkan 1 RS Darurat

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 20:56 WIB
Gedung Technopark yang akan digunakan sebagai rumah sakit darurat Corona di Sragen, Kamis (2/4/2020).
Peninjauan gedung Technopark calon lokasi rumah sakit darurat Corona di Sragen, Kamis (2/4/2020). (Foto: Istimewa)
Sragen -

Pemerintah Kabupaten Sragen akan menggunakan gedung Technopark Ganesha Sukowati sebagai rumah sakit (RS) darurat pasien virus Corona. Lokasi itu menggantikan gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) yang awalnya dilirik untuk disulap jadi RS darurat Corona.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan, pemindahan lokasi RS darurat ini merupakan masukan terutama dari kalangan kedokteran. Gedung SMS dianggap terlalu terbuka sehingga dikhawatirkan justru akan mempermudah penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Gedung SMS ruangannya terlalu terbuka. Kalau hanya disekat empat, kemudian hanya dibedakan (pasien) laki-laki dan perempuan, itu sangat mempermudah lagi risiko penularannya lebih tinggi," ujar Yuni kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Sebagai gantinya, lanjut Yuni, Pemkab Sragen akan menggunakan gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen di jalan Dr Sutomo No. 5, Kelurahan Sine yang dianggap lebih cocok sebagai ruang perawatan pasien Corona. Gedung yang dulunya dipergunakan sebagai asrama magang ke Jepang ini saat ini sedang proses perbaikan agar bisa segera digunakan.

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi gedung Technopark untuk memastikan kelayakan lokasi tersebut. Pengecekan yang dilakukan bersama tim medis, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dokter spesialis penyakit dalam dan paru itu langsung memutuskan gedung Technopark memenuhi standar kelayakan.

"Kita punya 26 kamar yang sedang kita siapkan. Harapannya selesai dalam waktu sepekan ke depan. 26 kamar ini bersekat permanen, ada kamar mandi dalam, dan bentuknya langsung lorong kayak rumah sakit," terang Dedy.