Kisah Perjuangan 4 Pasien Corona di Semarang hingga Dinyatakan Sembuh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 20:24 WIB
Empat pasien positif Corona di Semarang yang dinyatakan sembuh, Selasa (31/3/2020).
Empat pasien positif Corona di Semarang yang dinyatakan sembuh, Selasa (31/3/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Lisa Farida, warga Kota Semarang, Jawa Tengah tidak henti-hentinya bersyukur setelah dinyatakan sembuh dari infeksi virus Corona atau COVID-19. Tak lupa ucapan terima kasih dia sampaikan kepada dokter, perawat, dan pihak rumah sakit yang merawatnya.

"Terima kasih dokter, perawat, sampai bagian bersih-bersih, terima kasih. Dengan kesabaran mereka 24 jam merawat kami, semoga Allah memberkati mereka," kata Lisa di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Selasa (31/3/2020).

Lisa merupakan satu dari empat pasien yang pulang setelah menjalani perawatan selama belasan hari karena dinyatakan positif Corona. Ia menceritakan awal mula dirinya terjangkit virus Corona.

Lisa menjelaskan dirinya adalah pelaku UMKM dan ikut pameran di berbagai daerah yaitu Bali, Surabaya, dan Bandung. Ketika di Bandung, ia merasakan sesak napas meski tidak punya riwayat sakit sesak napas.

"Pameran tinggal tiga hari saya merasa sesak, padahal tidak ada riwayat," ujarnya.

Setelah urusan di Bandung selesai, ia langsung memutuskan pulang ke Semarang. Lisa menyadari kondisinya mirip gejala terjangkit Corona, maka begitu sampai Semarang ia langsung ke rumah sakit.

"Saya pulang dari stasiun tidak ke rumah, langsung saya ke rumah sakit, saya diisolasi," ujarnya.

Ia mengakui tidak tahu dari mana bisa tertular karena di tiga daerah yang didatanginya memang banyak orang. Menurut Lisa, bisa jadi ia tertular dari uang transaksi selama pameran.

Sementara itu, pasien sembuh lainnya, Lastri warga Susukan, Kabupaten Semarang juga mengungkapkan hal senada. Ibu rumah tangga itu tidak tahu tertular virus Corona dari mana. Namun ia merasa sesak napas dan pegal setelah dari Bali.

"Selama diisolasi kami merasa diistimewakan, perawat dan medis berikan semangat. Kami tidak bisa ketemu keluarga tapi kami bisa lihat lewat handphone, video call. Semangat dari keluarga dan perawat membuat kami makin sehat," jelas Lastri.

Selanjutnya
Halaman
1 2