Pemkab Sleman Waswas Warga Ramai-ramai Buat Cairan Disinfektan Sendiri

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 14:23 WIB
Warga Bekasi gotong royong melakukan disinfektan ke penjuru kota untuk mencegah penyebaran virus Corona. Penyemprotan dilakukan diiringi musik dangdut dari gerobak yang membawa air disinfektan.
Ilustrasi penyemprotan disinfektan (Andi Saputra/detikcom)
Sleman -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat terkait tindakan penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh. Hal itu menyikapi makin maraknya respons masyarakat yang membuat gerbang disinfektan untuk menangkal virus Corona atau COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan masyarakat Sleman telah melakukan kegiatan disinfeksi secara mandiri sesuai protokol dinas. Hanya, dalam perkembangannya, banyak dilakukan disinfeksi terhadap tubuh manusia.

"Larutan pemutih, larutan klorin, karbol, pembersih lantai merupakan disinfektan yang direkomendasikan untuk mendisinfeksi permukaan barang atau benda, tapi tidak untuk tubuh manusia," kata Joko, Selasa (31/3/2020).

Joko mengingatkan larutan disinfektan dengan cara mencampurkan berbagai jenis disinfektan berpotensi menimbulkan konsentrasi yang berlebihan. Akibatnya, bisa saja menimbulkan pencemaran lingkungan.

"Cairan disinfektan itu yang dicampur dengan cara berlebihan itu bisa saja mengganggu kesehatan tubuh manusia," katanya mengingatkan.

Bahkan WHO juga tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin ke seluruh permukaan tubuh.

Selanjutnya
Halaman
1 2