Ramai soal Kampung di Kota Yogya 'Lockdown', Ini Kata Wawalkot

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 16:44 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Yogyakarta -

Ramai pembahasan soal kampung atau desa 'lockdown' di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyusul mewabahnya virus Corona (COVID-19). Termasuk juga kampung di Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi menyampaikan penjelasannya terkait kampung di Kota Yogyakarta lockdown itu.

Dalam keterangan tertulisnya, Heroe mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari masing-masing camat terkait lockdown di kampung-kampung Kota Yogyakarta. Sebagian besar ternyata hanya menutup akses masuk ke kampungnya masing-masing.

"Seperti RT 18 RW 3 (Kelurahan) Patangpuluhan, pengurus kampung menyatakan bukan lockdown tetapi akibat selama 2 hari jalan tembus ke Bantul dilewati pendatang dari Jakarta dan Semarang, akhirnya akses dibatasi untuk umum, dan bukan lockdown," kata Heroe, Minggu (29/3/2020).

"Untuk RT 35 RW 7 Wirobrajan, Ketua RW juga tidak menyatakan lockdown. Hal ini akibat ada warga RW sebelah yang meninggal di Malaysia dan dimakamkan di Mancasan melewati RT 35 RW 7," terangnya.

Tak hanya di RT 18, Heroe menyebut hal serupa juga terjadi di RT 35 RW 7 Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Penutupan akses jalan di kampung tersebut ternyata karena warga menolak adanya proses pemakaman melewati kampung tersebut.

"Warga menolak, akhirnya lewat akses jalan lain. Begitu informasi laporan dari Camat Wirobrajan," lanjut Heroe.

Selanjutnya
Halaman
1 2