Warga Sragen Blokir Akses Kampung Gegara Ada Pemudik Tak Lapor

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 23:15 WIB
Penutupan akses masuk Kampung Krapyak, Sragen, Sabtu (28/3/2020).
Foto: Penutupan akses masuk Kampung Krapyak, Sragen, Sabtu (28/3/2020). (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Warga Kampung Krapyak, Kelurahan Sragen Wetan, Kabuapaten Sragen memblokir akses masuk kampung mereka. Hal ini dipicu adanya warga perantau yang pulang tanpa melapor kepada pihak RT.

Warga khawatir, warga perantau yang pulang tanpa lapor, sulit dideteksi jika ternyata mengidap virus Corona atau Covid-19.

Salah seorang warga Kampung Krapyak, Surono, pemblokiran akses masuk kampung tersebut dilakukan oleh empat RT yakni RT 17 hingga 31. Pemblokiran dilakukan dengan memasangkan bambu secara melintang pada tiga jalan masuk menuju kampung tersebut. Pemblokiran ini menyisakan satu akses utama, yang juga menjadi akses utama keluar masuk warga.

"Ini bukan lockdown. Tapi penutupan akses saja. Kami blokir supaya pendatang dari luar terdeteksi melalui jalan utama," ujar Surono.

Pemblokiran jalan ini sendiri merupakan hasil kesepakatan warga dengan diketahui oleh pihak RT. Menurut Surono, keputusan untuk memblokir jalan ini diawali adanya warga perantau yang pulang ke kampung mereka, tanpa pemberitahuan kepada pihak RT. Hal ini memicu kekhawatiran warga, mengingat warga yang bersangkutan berasal dari daerah zona merah Corona.

"Kemarin ada warga dari Jakarta tidak terdeteksi. Tahu-tahu datang terus masuk (kampung). Di sana kan zona merah, takutnya kalau dia terpapar Corona kan bisa menyebar," kata Surono.

Selanjutnya
Halaman
1 2