Gubernur Ganjar: Kota Tegal Tidak Lockdown Tapi Isolasi Kampung

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 13:01 WIB
Pemerintah Kota Tegal melakukan Lockdown lokal dengan menutup jalur pantura dari arah Jawa Tengah maupun arah Jakarta sehingga kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) mulai hari Senin (23/3/2020) hingga 14 hari mendatang.
Tegal ditutup imbas Corona. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan lockdown di Kota Tegal bukan tindakan karantina seperti yang dilakukan berbagai negara menghadapi Covid-19 atau Corona. Ganjar lebih ke mengistilahkan dengan "Isolasi Kampung".

Ia mengatakan sudah melakukan klarifikasi ke Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Ganjar sebenarnya mengapresiasi respon cepat Pemda setempat karena ada pasien positif Corona. "Sudah ada penjelasan, niat baik. Di sana ada yang positif, dirawat," kata Ganjar, Jumat (27/3/2020).


Pemkot Tegal sebenarnya ingin menegaskan agar warga patuh untuk tetap di rumah saja dan mengurangi aktivitas. Ganjar juga mengaku Wali Kota Tegal sempat berkoordinasi menutup tempat hiburan, namun ternyata masih banyak warga yang keluar.

"Pak Wali Kota merespons dengan baik, intinya masyarakat bantu pemerintah agar masyarakat tidak jalan-jalan keluar maka pada saat ada kejadian itu dilakukan 'lockdown local'," papar Ganjar.


"'Lockdown localnya' alun-alun karena banyak orang di alun-alun, kemudian dinaikkan lagi, kok masyarakat masih banyak. Beberapa waktu lalu pak wali (wali kota) telepon, 'Pak Gub, saya mau nutup tempat hiburan' maka saya izinkan. Kok masih jalan lagi maka beliau batasi jalur masuk kota dan kampung dengan barier, mungkin judulnya ya isolasi kampung," lanjutnya.

Tegal Lockdown Local, Barrier Beton Tutup Jalan:


Selanjutnya
Halaman
1 2