Warga Takut Makan 'Petai' Raksasa di Banjarnegara Gegara Alasan Ini

Uje Hartono - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 19:35 WIB
Buah pete raksasa dari hutan Banjarnegara
Buah 'petai' raksasa dari hutan Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Buah yang mirip petai berukuran jumbo ditemukan warga Desa Panawaren, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara di hutan. Warga mengaku tidak berani memakan 'petai' raksasa tersebut.

Salah seorang warga Desa Panawaren, Bahrin, mengatakan buah yang mirip dengan petai tersebut tidak dikonsumsi. Mengingat keberadaan buah tersebut baru diketahui warga satu minggu terakhir.

"Ini baru dipetik Minggu (15/3) saat warga melakukan konservasi di hutan. Sebelumnya belum ada yang tahu. Padahal beberapa warga ada yang ke hutan itu tetapi tidak melihatnya," kata Bahrin saat ditemui di rumahnya, Senin (23/3/2020).

Bahkan, kepastian nama dari buah tersebut juga belum pasti. Sebagian warga menyebutnya dengan gongseng. Namun sebagian lagi menyebut dengan petai raksasa.

"Ada yang menyebut gongseng. Tapi kalau gongseng itu hitam, berbulu dan lebih kecil. Tapi kalau petai, ukurannya ini besar sekali," ujarnya.

Karena belum jelas apa buah tersebut, warga tidak berani memakan buah 'petai' raksasa itu. Warga menunggu ahli untuk meneliti terkait buah tersebut.

"Apakah bisa dikonsumsi atau tidak. Harus ada yang meneliti dulu. Sampai sekarang tidak dimakan. Memang ada yang sempat menggigit, katanya rasanya pahit dan agak sengir," jelasnya.

Jika dibuka, 'petai' raksasa tersebut bijinya terlihat seperti jengkol. Bisa dibelah menjadi dua seperti jengkol, hanya warnanya putih.

"Saat dibuka, ada pelindungnya juga. Bijinya itu sebesar jengkol dan bisa dibelah," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, 'petai' raksasa ini ditemukan warga Desa Panawaren di hutan lindung Pringamba 2 di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara. Panjangnya antara 1 meter hingga 1,2 meter. Sedangkan jumlah biji pada 'petai' tersebut antara 10 hingga 14 biji.

"Kalau di pete (petai) menyebutnya mata. Jadi ini sama seperti pete, matanya ada yang 10, 12 sampai ada juga yang 14 mata," kata warga Desa Panawaren, Agus Martin.

Tak hanya itu, pohon buah tersebut juga berbeda dengan pohon petai pada umumnya. Saat ditemukan, besar pohonnya sebesar lengan orang dewasa dan merambat.

"Pohonnya ini merambat di pohon besar. Kami sempat melihat-lihat di sekitarnya, tetapi hanya ada satu pohon. Sekarang di pohon itu masih ada 3 atau 5 buah masih di pohon," tuturnya.

Tonton juga 'Kenapa Sih Makan Petai Membuat Nafsu Makan?':

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)