Polisi Tangguhkan Penahanan Mahasiswa Solo yang Diduga Hina Jokowi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 19:22 WIB
Permintaan maaf mahasiswa Solo yang dutangkap Polda Jateng dengan tuduhan hina Jokowi, Sabtu (21/3/2020).
Permintaan maaf mahasiswa Solo yang dutangkap Polda Jateng dengan tuduhan hina Jokowi, Sabtu (21/3/2020). (Foto: Tangkapan layar foto di medsos)
Semarang -

Polda Jawa Tengah menangguhkan penahanan seorang aktivis Kota Solo, Mohammad Hisbun Payu atau Iss. Sebelumnya, Iss ditangkap dan ditahan Polda Jateng dengan tuduhan menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hari ini (penangguhan penahanan) dikabulkan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel, Sabtu (21/3/2020).

Rycko menjelaskan sejak tersangka ditahan, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YBHI-LBH) Semarang sudah mengajukan penangguhan penahanan. Selain itu Iss juga sudah menyampaikan permohonan maaf.

"Tersangka kasus penghinaan presiden atas nama Hisbun meminta maaf kepada presiden dan masyarakat dan mengakui bersalah serta tidak akan mengulangi perbuatannya," jelas Rycko.

"Atas permohonan pengacara untuk penangguhan penahanan, hari ini Sabtu 21 Maret 2020 dikabulkan oleh penyidik. Dibuatkan surat pernyataan untuk tidak melarikan dan mempersulit penyidik," sambungnya.

Permintaan maaf tersebut di-posting dalam akun Instagram @mohammadiss2020.

Di posting-an tersebut terdapat permintaan maaf serta penjelasan akun sebelumnya bernama @_belummati masih dijadikan barang bukti polisi. Dalam posting-an tersebut, turut diunggah hasil tangkapan layar insta story yang dianggap menghina Presiden Jokowi.

Berikut posting-an Iss seperti dikutip detikcom:

'Saya menyadari kesalahan saya dalam postingan instagram saya (@_belummati)*, yang dimana terdapat kata laknat. Atas kesalahan tersebut saya memohon maaf kepada berbagai pihak yang tersinggung dan presiden Jokowi.

Tidak ada niatan saya untuk menghina atau menyinggung perasaan berbagai pihak. Postingan tersebut semata-mata hanya bentuk kekecewaan dan kritikan saya terhadap kebijakan pemerintah.

Terimakasih dan mohon maaf

*karena akun saya masih disita sebagai barang bukti, maka saya posting klarifikasi dan permintaan maaf lewat akun ini'

Selanjutnya
Halaman
1 2