Mahasiswa Solo Dituduh Hina Jokowi, Polisi: Penangkapan Sesuai Prosedur

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 20:31 WIB
Borgol penjahat
Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Semarang -

Seorang aktivis Kota Solo, Mohammad Hisbun Payu atau Iss ditangkap dan ditahan Polda Jawa Tengah dengan tuduhan menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Polisi menegaskan penangkapan Iss sesuai prosedur.

Kasubdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo menjelaskan penangkapan Iss bermula dari laporan pada tanggal 20 Januari 2020. Laporan itu terkait dugaan ujaran kebencian.

"Kita ada laporan 20 Januari 2020 di Polres Sukoharjo. Pelapor dan para saksi melihat posting-an Insta story akun @_belummati yang isinya menurut pelapor merupakan ujaran kebencian," kata Agung di Mapolda Jateng, Kamis (19/3/2020).

Agung menyebut pihaknya sudah mengacu pada KUHAP dan meminta keterangan ahli untuk mencari unsur pidana dari story tersebut. Bahasa yang dicantumkan tersangka menurutnya kasar.

"Kita mengacu pada KUHAP. Prosedur dijalani, ya laksanakan, kita sesuai prosedur. Gelar sudah kita lakukan, sebelum itu minta keterangan ahli dan memenuhi," terangnya.

Agung menyebut meski laporan diterima pada 20 Januari 2020, penindakan terhadap Iss baru dilakukan tanggal 13 Maret 2020. Agung memastikan proses hukum yang dilakukan sesuai prosedur.

"Tersangka telah mengunggah posting-an yang menimbulkan rasa kebencian," katanya.

Iss dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Ketentuan pidananya yaitu pasal 45A ayat 2 UU yang sama.

"Ancaman pidananya paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2