Round-Up

Khawatirnya Sultan Yogya: Kuliah Diliburkan, Mahasiswa Malah Keluyuran

Jauh Hari Wawan S, Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 10:26 WIB
ilustrasi corona
Foto: ilustrasi corona
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengkhawatirkan dampak sejumlah kampus di daerahnya yang menerapkan kuliah online untuk memotong penyebaran virus Corona. Sultan khawatir ratusan ribu mahasiswa tersebut bukanya diam di rumah, tapi justru keluyuran.

"Untuk kuliah online saya kira tidak masalah, mungkin bagi kampus tidak masalah. Tapi bagi kami ada sedikit masalah, mahasiswa di DIY itu lebih dari 300 ribu. Mungkin mahasiswa yang orang Yogya ada 10-15 persen, sisanya pendatang," kata Sultan Minggu (15/3/2020).

Sultan pun mempertanyakan efektivitas kuliah online mahasiswa itu selama dua minggu. Sultan justru khawatir jika para mahasiswa itu malah bepergian ke tempat umum, dan risiko terjangkit COVID-19 juga tinggi.

"Pertanyaan saya dengan dua minggu itu mereka di Yogya atau pulang? Saya khawatir tetap di Yogya bukan pulang biarpun kuliahnya online," ungkapnya.


"Sekarang kalau tidak pulang, di rumah apa malah pergi-pergi ke mana. Kami mantaunya susah, sedangkan harapan kami kalau dia pulang ke daerah (asal) tidak masalah, beban Corona Yogya kan kecil kalau dia pulang," lanjutnya.

Sejauh ini sejumlah kampus besar di Yogyakarta telahh memutuskan untuk melakukan perkuliahan online untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona.

"Menggantikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kampus dan kelas dengan metode KBM dalam jaringan (daring) dan atau menggunakan metode lain untuk menjamin kelanjutan proses dan mutu pembelajaran mulai Senin 16 Maret 2020," demikian disampaikan Rektor UGM, Panut Mulyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3).

Tonton juga Sultan HB X: Satu Balita di Yogyakarta Positif Corona :


Selanjutnya
Halaman
1 2