Corona Mewabah, Walkot Semarang Ingatkan Ancaman DB

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 00:05 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menolak kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (5/3/2020).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat jangan panik namun tetap waspada COVID-19 atau virus Corona. Selain itu, dia juga mengingatkan ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang sudah merenggut tiga nyawa di Kota Semarang.

Hal itu diungkapkan Hendi, sapaan karibnya, saat jumpa pers terkait antisipasi COVID-19 di Balai Kota Semarang. Hendi mengingatkan jajarannya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga wajib fokus pecegahan DBD.

"Saya sampaikan ke OPD dan lintas instansi untuk fokus juga ke penyakit yang hari ini sudah jelas ada korban, demam berdarah," kata Hendi, Minggu (15/3/2020).

Hendy menyebut sudah ada 104 kasus DBD di Kota Semarang. Bahkan, ada tiga warganya yang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk itu.

"Ada 104 penderita dengan kematian sampai tiga orang. Angka kematian ibu melahirkan juga akan dipatau untuk meminimalkan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Pemkot Semarang membentuk Gugus Tugas COVID-19 di tingkat kecamatan. Gugus tugas ini dikomando oleh Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu.

"Salah satu tugas dari satuan gugus tugas yaitu koordinasi dan melakukan tracking, tugas utamanya adalah pendataan. Warga masing-masingg kecamatan yang punya histori ke luar negeri dua minggu terakhir, bahkan dari Denpasar Bali bisa dimonitor," urainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2