Kurator Museum Keris: Saya Ragu Keris dari Belanda Itu Milik Diponegoro

Muchus Budi R. - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 16:09 WIB
Sugiyatno, pemilik Toko Busana Jawi Suratman.
Kurator Museum Keris Nusantara di Solo, Ki Ronggajati Sugiyatno (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Kerajaan Belanda menyerahkan sebilah keris bertatah emas yang diklaim sebagai keris milik Pangeran Diponegoro kepada Presiden Jokowi. Kurator Museum Keris Nusantara di Solo, Ki Ronggajati Sugiyatno, meragukan kebenaran klaim tersebut.

Ki Ronggajati memaparkan sejumlah alasan yang membuatnya ragu. Dia menegaskan keris yang dikembalikan ke Indonesia tersebut adalah keris dhapur Nagasasra Kamarogan.

Dia meyakini Pangeran Diponegoro tidak mungkin tak memahami rancang bangun atau dhapur keris. Sebagai seorang pangeran yang pernah menjadi penasihat utama raja (Hamengku Buwono V), Diponegoro diyakini sangat paham perihal keris.

"Tidak mungkin Pangeran Diponegoro tak bisa membedakan keris dhapur Nagasasra dengan keris dhapur Naga Siluman. Hal yang lebih tak mungkin lagi adalah Diponegoro memberi gelar atau nama keris dhapur Nagasasra dengan nama Naga Siluman karena dia pasti tahu bahwa Naga Siluman adalah dhapur tersendiri," papar Ki Ronggajati kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Alasan berikutnya adalah warangka atau sarung keris yang dikembalikan dari Belanda itu berjenis warangka Ladrangan Kagok gaya Surakarta. Untuk diketahui, warangka keris Jawa ada empat macam, yakni Ladrangan, Capu, Gayaman, dan Sandhang Walikat.

Ladrangan kagok memiliki ukuran daun lebih kecil dibanding Ladrangan Branggah, tapi lebih besar dari warangka jenis Capu.

"Diponegoro itu pangeran dari Yogyakarta, tidak mungkin mengenakan keris dengan warangka gaya Surakarta. Seperti diketahui, beliau hidup adalah pada masa awal-awal pecahnya Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Pada masa itu, identitas-identitas atribut seperti itu sangat diperhatikan sebagai penanda khusus asal seseorang," lanjutnya.

Simak Juga Video "Raja Belanda Serahkan Keris Pangeran Diponegoro ke Jokowi"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2