Setop Kasus Pembakaran Al-Qur'an di Pemalang, Ini Alasan Polisi

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 20:29 WIB
Viral pria bakar Al-Quran di Pemalang
Jumpa pers kasus pembakaran Al-Qur'an di Mapolres Pemalang, Kamis (30/01/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Polres Pemalang menghentikan proses penyidikan kasus pembakaran tujuh Al-Qur'an yang dilakukan oleh Nuril Ma'arif (34). Pelaku dianggap tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa atau gila.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Suhadi mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

"Ya. Sudah di-SP3. Karena yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum, karena tidak sehat akalnya atau gila," kata Suhadi saat dihubungi detikcom, Senin (9/3/2020).

Menurut Suhadi, pihak RSJ Semarang telah mengirimkan hasil pemeriksaan kejiwaan. Hasilnya dokter menyatakan Nuril mengalami gangguan jiwa. Saat ini Nuril juga masih dalam perawatan di RSJ Semarang.

Berdasar surat keterangan dokter tersebut, maka polisi mengeluarkan SP3 sesuai dengan Pasal 44 KUHP yang berbunyi setiap orang yang kurang sempurna akalnya tidak dapat dipidana.

"Ada surat dari dokter RSJ (Rumah Sakit Jiwa Semarang) yang menanganinya juga," terang Suhadi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2