Dijanjikan Kerja di Bandara Purbalingga, 154 Orang Rela Bayar Jutaan

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 14:09 WIB
3 tersangka penipu ratusan pencari kerja di banjarnegara
3 tersangka penipu ratusan pencari kerja di Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Sebanyak 154 orang di Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Purbalingga menjadi korban penipuan dengan dalih perekrutan tenaga kerja proyek pembangunan Bandara Jendral Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Alih-alih diberi pekerjaan, korban justru dimintai hingga uang jutaan rupiah.

Dari 154 orang korban penipuan tersebut, 110 orang di antaranya merupakan warga Banjarnegara. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di proyek pembangunan Bandara Jendral Soedirman, Purbalingga.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, untuk jumlah korban se-Ekswil Banyumas ada 154 orang. 110 di antaranya merupakan korban dari Banjarnegara. Untuk korban lainnya, tengah ditangani sesuai wilayahnya masing-masing. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres tetangga," kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha kepada wartawan, Jumat (6/3/2020).


Saat ini, polisi sudah menangkap tiga orang tersangka yakni TH (72) warga Desa Cihanjung Kecamatan Parongpong, Bandung Barat, PR (47) warga Karangjati, Banjarnegara dan AK (46) warga Lengkong, Banjarnegara.

Kejadian ini bermula saat tersangka AK mendatangi korban pelapor pada bulan November 2019 lalu. Saat itu, korban dimintai uang Rp 10 juta. Selain itu, tersangka PR juga mendatangi korban dan meminta uang Rp 3,5 juta. Namun hingga saat ini, pekerjaan yang dijanjikan tidak menjadi kenyataan.

"Kemudian korban melaporkan hal ini kepada kami. Setelah dilakukan penyelidikan, korban terus bertambah hingga saat ini di Banjarnegara sampai 110 orang. Dan akhirnya kami menetapkan tiga tersangka. Dari uang yang diminta dari korban, kemudian disetorkan kepada TH," jelasnya.


Saat menjalankan aksinya, para tersangka mengatasnamakan dari PT Angkasa Pura. Kepada korban dijanjikan akan digaji setara UMR DKI Jakarta.

"Mereka dijanjikan gaji UMR Jakarta. Sedangkan jenis pekerjaan yang dijanjikan beragam, mulai administrasi petugas gudang, logistik dan lainnya," terang dia.

Kepada tersangka, dikenakan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(mbr/ams)