Rame Banget! Ratusan Mahasiswa UNS Ikut Workshop dYouthizen detikcom

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 14:59 WIB
Acara dYouthizen detikcom di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (3/3/2020).
Acara dYouthizen detikcom di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (3/3/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo antusias mengikuti workshop yang digelar oleh detikcom, Selasa (3/3/2020). Mereka mengikuti rangkaian acara dYouthizen UNS.

Mahasiswa mulai antre sejak pukul 08.00 WIB untuk melakukan registrasi. Acara dibagi menjadi empat titik, yaitu untuk workshop Digital Journalism, Brand Visual, audisi dVideoCaster Hunt, dan rekrutmen karyawan detikcom.

Sebagai narasumber workshop Digital Journalism adalah Vice Editor in Chief detikcom Ardhi Suryadhi dan Managing Editor detikcom Fuad Fariz. Sedangkan narasumber workshop Brand Visual ialah Load Brand Designer detikcom Taskia Putri Andira.

Ada sekitar 800 orang yang terdaftar mengikuti workshop. Sebanyak 49 orang di antaranya merupakan peserta audisi menjadi talent detikcom. Sebagai juri ialah Editor in Chief detikcom Alfito Deannova.

Acara dYouthizen akan berlanjut pada Rabu (4/3/2020) besok. Acara di Auditorium UNS itu akan dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Stand Up Comedian Raditya Dika.

Antusiasnya Mahasiswa UNS Ikuti Workshop detikcom di SoloAcara dYouthizen detikcom di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (3/3/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Salah satu peserta, Dimas Nugroho, mengikuti workshop Digital Journalism untuk mengenal dunia digital saat ini. Menurutnya, hal tersebut penting untuk dunia kerja ke depan.

"Sekarang kan sudah zamannya online, ke depan pasti semua serbadigital. Menurut saya, penting banget ini, karena lewat kuliah saja tidak cukup," ujarnya.

Deputi Humas UNS Intan Novela mengatakan pihaknya memang mendorong mahasiswa UNS mengembangkan diri melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengikuti workshop.

"Ini adalah 'kolaboraksi', kolaborasi sekaligus aksi simbiosis mutualisme antara akademisi dan dunia kerja. Penting buat anak-anak zaman sekarang untuk mengenal dunia digital, karena ke depan semua akan berubah menjadi digital," katanya.

(rih/sip)