Status Tanggap Darurat Banjir di Kota Pekalongan Diperpanjang Sepekan

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 21:43 WIB
Penampakan banjir di Kota Pekalongan, Kamis (27/2/2020)
Foto: Penampakan banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2020). (Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Status tanggap darurat bencana di Kota Pekalongan, Jawa Tengah diperpanjang hingga sepekan ke depan, mulai Kamis (27/2/2020) hingga Rabu (4/3/2020). Status ini berkaitan dengan banjir yang melanda Kota Pekalongan hingga menyebabkan ribuan warga sempat mengungsi.

"Tanggap darurat kita perpanjang, sampai Minggu depan," kata Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (27/2/2020).

Achmad menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat ini karena kondisi cuaca masih tidak menentu. Meski saat ini titik genangan air ada yang telah surut.

"Tentunya melihat situasi cuaca semuanya serba tidak menentu. Seperti kemarin (banjir pertama), sekitar 4 hingga 5 hari surut. Ternyata malamnya hujan, banjir lagi," terangnya.

Menurutnya, hal ini diperkuat dengan informasi dari BMKG yang menyebutkan pada akhir Februari ini merupakan puncak musim hujan.

"Dari BMKG, menyebut tanggal 27 merupakan puncak hujan. Mudah-mudahan tidak ada banjir lagi," ucapnya.

Achmad menambahkan, sebagian wilayah Kota Pekalongan yang kebanjiran ada yang telah surut. Wilayah yang masih tergenang di antaranya di Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara.

Menurutnya, hampir semua pompa air di Kota Pekalongan berfungsi maksimal. Namun ada yang sengaja memang tidak difungsikan.

"Ada 21 pompa air. Tapi tadi saya pantau, ada yang tidak difungsikan. Karena terkendala di beberapa daerah air sungai masih pres (tingginya) sama tanggul sungai," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat banjir untuk sepekan ke depan. Langkah ini diambil terkait empat kecamatan di kota setempat terendam banjir cukup parah.

Empat kecamatan yang terendam banjir yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan. Kondisi terparah yang membuat warga mengungsi banyak di di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Akibat banjir tersebut warga yang terdampak banjir sebanyak 3.300 jiwa. Namun yang mengungsi tercatat ada 1.100 jiwa.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat mengunjungi dapur umum di Stadion Hoegeng, Jumat (21/2/2020) dini hari.

"Status darurat bencana dimulai sejak Kamis (20/2/2020) hingga Kamis (27/2/2020)," ucapnya.

(rih/mbr)