PGRI Minta Penahanan Ditangguhkan, Tersangka SMPN 1 Turi Justru Menolak

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 18:22 WIB
Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi di Mapolres Sleman, Kamis (27/2/2020).
Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi di Mapolres Sleman, Kamis (27/2/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan mengupayakan penangguhan penahanan tiga tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman. Namun ketiga tersangka pembina Pramuka itu justru kompak menolak status penahanan mereka ditangguhkan.

"Penangguhannya tidak jadi, karena kami membawa rasa haknya mereka. kami tidak serta-merta datang minta penangguhan, tidak. Tapi kami tanya apakah mau penangguhan atau tidak, mereka menjawab, 'biarlah kami di sini menebus dosa sebagai rasa tanggung jawab kepada keluarga (korban)'," kata Ketum PB PGRI, Unifah Rosyidi usai menemui tiga tersangka di Mapolres Sleman, Kamis (27/2/2020).

Meski demikian, Unifah memastikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan selama proses hukum berjalan.

"Kami tetap mendampingi hukum penuh," tegasnya.

Sebagai induk organisasi persatuan guru, lanjut Unifah, PGRI juga akan memperjuangkan karier ketiga tersangka. Sebab, PGRI berkeyakinan jika para tersangka tidak ada niat untuk berbuat jahat.

"Karier mereka kami perjuangkan karena itu mereka bukan mau berbuat jahat," janjinya.

Unifah menambahkan, jika ketiga tersangka siap untuk menerima kemungkinan terburuk. Hanya saja, menurut Unifah setidaknya setelah kembali ke lingkungan nantinya, ketiga tersangka ingin bisa kembali diterima di masyarakat.

"Tapi untuk kemungkinan terburuk mereka siap. Dia (tersangka) itu sudah menerima risiko apapun, yang penting dari keluarga korban bisa tenang dan nyaman," ungkapnya.

"Mereka berharap bisa diterima kembali di masyarakat dan di karier mereka. Karena tidak ada niat berbuat kejahatan," lanjut Unifah.

Selanjutnya
Halaman
1 2