Bikin Cemas, 2 Bulan Ini Ada 7 Kasus Gantung Diri di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 18:47 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Gunungkidul -

Polisi mencatat ada tujuh kasus bunuh diri dengan cara gantung diri (gadir) di Kabupaten Gunungkidul selama Januari-Februari tahun ini. Sebagian besar pelaku nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi.

"Ditambah hari ini, jadi ada tujuh kasus bunuh diri (dengan cara gantung diri)," kata Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nur Widiastuti saat dihubungi wartawan, Selasa (25/2/2020).

Enny menjelaskan, pelaku gantung diri berusia antara 28-84 tahun. Motifnya sebagian besar karena mengalami berbagai masalah, mulai dari ekonomi hingga depresi sakit tak kunjung sembuh.

"Penyebab kasus bunuh diri di Gunungkidul beragam, seperti depresi karena sakit tak kunjung sembuh sampai terbelit masalah ekonomi," ujarnya.

Polisi melalui Bhabinkamtibmas terus berupaya menekan terjadinya gantung diri di Gunungkidul. Salah satunya dengan melakukan pendataan masyarakat yang berpotensi melakukan bunuh diri, seperti orang yang hidup sendiri, hingga mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.

Kasus teranyar gantung diri terjadi hari ini. Giyem (70), warga Padukuhan Pelem, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin ditemukan tewas gantung diri di belakang rumahnya.

Kapolsek Semin, AKP Haryanta menjelaskan kejadian tersebut bermula saat Giyem mengalami kesulitan untuk tidur pada Senin (24/2) malam. Kemudian Giyem tidur dengan ditemani anaknya, Wasidi (41) hingga pukul 02.00 WIB.

"Sekira pukul 05.20 WIB saksi (Wasidi) terbangun dan berniat mencari ibunya, tapi ternyata sudah tidak ada di kamar. Setelah dicari, ternyata ibunya gantung diri di pohon jati belakang rumah," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Semin, Iptu Sumiran mengungkapkan, dari pemeriksaan saksi-saksi, penyebab Giyem bunuh diri diduga karena faktor depresi. Mengingat selama satu bulan terakhir Giyem mengeluh tidak bisa tidur.

"Jadi selama sebulan ini korban mengeluh tidak bisa tidur, kemungkinan korban depresi karena itu dan akhirnya melakukan bunuh diri," ucapnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(rih/ams)