Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Seret 3 Tersangka, Akankah Tambah Lagi?

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 22:49 WIB
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto di Mapolda DIY, Sleman, Senin (24/2/2020).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Polda DIY saat ini telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka buntut tewasnya 10 siswi SMPN 1 Turi yang hanyut saat kegiatan susur Sungai Sempor, Sleman. Jumlah tersangka ini bertambah setelah polisi memeriksa puluhan orang saksi.

Saat ditemui wartawan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto memastikan penanganan kasus ini akan terus berlanjut. Oleh karenanya tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru lagi.

"Segala sesuatu masih memungkinkan untuk menambah tersangka," kata Yuliyanto di Mapolda DIY, Sleman, Senin (24/2/2020).

Tiga orang yang kini berstatus tersangka adalah pembina Pramuka saat kegiatan susur sungai yang diikuti 249 siswa SMPN 1 Turi itu berlangsung pada Jumat (21/2) lalu.

Yaitu Isfan Yoppy Andrian (36), inisiator kegiatan susur sungai dalam ekstrakurikuler Pramuka SMPN 1 Turi yang berujung tewasnya 10 siswi, dan Riyanto (58) yang merupakan Ketua Gudep Pramuka SMPN 1 Turi. Keduanya juga berstatus guru di SMPN 1 Turi. Kemudian Danang Dewo Subroto (58), pembina Pramuka dari luar sekolah. Mereka kini ditahan di Polres Sleman.

Selama proses penyelidikan dan penyidikan, polisi memeriksa tujuh orang pembina Pramuka yang terlibat dalam kegiatan susur sungai tersebut. Yulianto menyebutkan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terhadap empat orang pembina Pramuka lainnya.

"Ya nanti kami lakukan, ini masih terus dilakukan pendalaman, apakah nanti ada penambahan tersangka lagi atau tidak, kami masih belum bisa menyampaikan. Nanti kami lihat perkembangannya," ujarnya.

Hingga saat ini, Polda DIY telah memeriksa 22 orang terkait tragedi susur sungai SMPN 1 Turi tersebut. Mereka yang diperiksa terdiri dari pembina Pramuka, kwarcab, warga, siswa, kepala sekolah dan orang tua korban.

"Kami memeriksa 22 orang terdiri dari 7 pembina Pramuka, 3 kwarcab, 3 warga atau pengelola wisata, 2 siswa yang selamat, 1 kepala sekolah, 6 orang tua korban," terang Yuliyanto.

(rih/mbr)