Kawanan Maling Mobil-Emas Diringkus, Senpi dan Sabu Ikut Disita

Imam Suripto - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 22:14 WIB
Kawanan maling mobil dan emas di Tegal diringkus polisi, Senin (24/2/2020).
Kawanan maling mobil dan emas di Tegal diringkus polisi, Senin (24/2/2020). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Empat orang kawanan pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis rumah kosong diringkus Polres Tegal, Jawa Tengah. Dua dari mereka terpaksa di tembak kakinya karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Empat kawanan itu adalah Darmaji (46) warga Tembalang, Kota Semarang dan Fian Rantiono (36) warga Pedurungan, Kota Semarang. Kemudian Rahmat Jaelani (31) warga Keluarahan Angke dan Dadi Irwanto (31) warga Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang mengatakan, penangkapan kawanan ini bermula dari tertangkapnya dua orang yakni Darmaji dan Fian. Dalam pengakuannya, mereka telah menyatroni rumah kosong di Perumahan Grand Husada Regency, Adiwerna, Kabupaten Tegal pada 14 Februari sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka masuk dengan cara mencongkel pintu dan jendela.

"Dua pelaku dalam aksinya berhasil membawa kabur mobil Honda Brio warna merah, perhiasan emas seberat 7,5 gram. Diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar Rp 155 juta," kata Iqbal saat jumpa pers di kantornya, Senin (24/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono menambahkan, saat dilakukan penangkapan ternyata ada dua orang lain yaitu Rahmat Jaelani dan Dedi Irwanto.

Saat digeledah, polisi menemukan senjata api rakitan dan satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,25 gram. Polisi terpaksa menembak bagian kaki dua pelaku karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Sementara itu, pelaku Darmaji saat dimintai keterangan mengaku sebelum menyatroni rumah korban, terlebih dulu melakukan survei. Setelah didapat, dia akan menghubungi temannya untuk beraksi.

"Tidak punya target. Gambling aja nyarinya," ucap Darmaji saat dihadirkan dalam jumpa pers.


Atas perbuatannya, dua pelaku curat dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Untuk pelaku kepemilikan senjata tanpa ijin, dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman setinggi-tingginya selama 20 tahun.

Sedangkan pelaku tindak pidana narkotika dijerat pasal 132 ayat (1) jo pasal 114 jo subsider pasal 112 ayat (1) lebih subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman 5-20 tahun penjara.

(rih/mbr)