Mensos Janji Santuni Keluarga Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 15:24 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara di Magelang, Sabtu (22/2/2020).
Menteri Sosial Juliari P Batubara di Magelang, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Menteri Sosial Juliari P Batubara menjanjikan bakal memberi santunan kepada keluarga dari siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang tewas dalam tragedi susur sungai. Ahli waris dari setiap korban tewas akan mendapat santunan Rp 15 juta.

"Korban meninggal dunia kami berikan santunan, ahli warisnya, keluarganya, sekadar untuk meringankan beban mereka, Rp 15 juta per korban. Tentunya yang luka-luka berat kami harapkan dapat pulih kembali," kata Juliari kepada wartawan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena, Kabupaten Magelang, Sabtu (22/2/2020).

Juliari menyebutkan, setelah melakukan kunjungan kerja di Magelang, dia akan menuju Turi, Sleman untuk mengecek langsung kondisi terkini.

"Yang pasti saya sangat berduka, sangat sedih dan doa saya ya, keluarga yang ditinggalkan semoga mereka kuat dan tegar menghadapi cobaan ini. Korban-korban yang luka agar bisa segera dipulihkan. Dan juga untuk korban-korban yang belum ditemukan kita harap dalam waktu dekat bisa ditemukan. Saya ingin mengucapkan selamat bertugas bagi semua petugas-petugas yang ada di lapangan," ujarnya.

Juliari pun menyesalkan kenapa kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi nekat digelar saat musim hujan. Hingga akhirnya berujung tragis dengan hanyut dan tewasnya sejumlah siswa.

"Terus terang saya menyesalkan, kenapa hal ini sampai terjadi. Artinya begini, ini anak-anak belum tahu apa-apa. Usia masih sangat muda, yang saya sesalkan walaupun saya belum dengar langsung ya. Kenapa di musim hujan seperti ini anak-anak yang tidak memiliki skill harus diminta untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berbahaya," katanya.

Kegiatan susur sungai, lanjutnya, apapun namanya jika dilakukan saat musim hujan merupakan hal yang konyol. Juliari pun meminta pihak berwajib melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

"Yang saya dapat beritanya seperti itu, kegiatan susur sungai ataupun apa namanya itu pada saat musim penghujan kan, menurut saya kan konyol. Menurut saya, apa ndak ada yang lain gitu. Ini saya kira perlu di investigasi, saya kira oleh pihak berwajib, kronologisnya kejadian ini seperti apa," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan susur sungai siswa SMPN 1 Turi pada Jumat (21/2) kemarin berujung tragedi. Para siswa dilaporkan hanyut dan hilang tenggelam di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Hingga pukul 13.35 WIB siang ini, dilaporkan sembilan siswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.

"Total sembilan korban (meninggal). Kami masih mencari satu orang lagi, doakan agar segera ketemu," kata Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar saat ditemui di lokasi Sungai Sempor, Sabtu (22/2).

7 Tewas dalam Insiden Siswa yang Hanyut di Sleman:

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)