Gus Yasin soal Fatwa Nikah Kaya-Miskin: Tak Perlu, Itu Urusan Hati

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 23:54 WIB
Javanese Bride and Groom Hands
Ilustrasi pernikahan (Foto: iStock)
Semarang -

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengusulkan pernikahan lintas ekonomi dengan menganjurkan si kaya menikahi si miskin. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menilai tidak perlu ada fatwa karena memilih pasangan adalah urusan hati.

Pria dengan nama lengkap Taj Yasin Maimoen itu menjelaskan maksud usulan Menko PMK tersebut yaitu untuk menyejahterakan dan dalam Islam memang ada terkait hal itu.

"Ya kalau itu alasannya untuk menyejahterakan, dalam Islam, ada itu, lihat bobot, bebet. Makanya kenapa Islam menghapuskan perbudakan," kata Gus Yasin ditemui di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (21/2/2020).


Terkait apakah hal itu perlu diatur dalam fatwa, Gus Yasin menilai tidak perlu. Pasangan menurutnya adalah masalah hati dan jodoh sudah ada yang mengatur.

"Tidak perlu, urusan hati, jodoh kan kita juga tidak tahu," tandas putra (alm) KH Maimoen Zubair itu.

Untuk diketahui Muhadjir mengusulkan agar orang kaya menikahi orang miskin. Hal ini, kata Muhadjir, dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan baru serta tafsir agama soal pernikahan yang harus dilakukan antara dua orang yang setara atau kufu.


"Mbok disarankan sekarang dibikin Pak Menteri Agama ada fatwa; yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin," kata Muhadjir dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di JIExpo dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (20/2/2020).

"Jadi kalau ada ajaran agama mencari jodoh yang sekufu ya otomatis yang miskin cari yang miskin. Karena sama-sama miskin lahirlah keluarga miskin baru, inilah problem di Indonesia," sambungnya.

(mbr/rih)