Gubernur Ganjar Sebut Banjir di Kota Pekalongan Terparah di Jateng

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 22:03 WIB
Ganjar Pranowo di posko pengungsian korban banjir di Pekalongan
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Kota Pekalongan -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut banjir yang terjadi di wilayah Kota Pekalongan, merupakan banjir yang terparah dari beberapa wilayah banjir di Jawa Tengah.

"Dari beberapa daerah yang tadi saya kunjungi yakni Kudus, Pemalang, Pekalongan dan Batang, memang di sini yang terparah," kata Ganjar saat melakukan pantauan banjir di Kota Pekalongan, Jumat (21/2/2020).

Dijelaskan Ganjar, antisipasi banjir di Kota Pekalongan harus dilakukan dengan cara berbeda. Di Pekalongan, kata Ganjar, permasalahan lingkungan menjadi penyebab utama banjir.

"Untuk itu tadi saya perintahkan Wali Kota Pekalongan untuk mengeruk saluran-saluran di tengah kota. Keluarkan semua alat berat dan optimalkan sumber dayanya untuk mengatasi ini. Karena, sampai Maret nanti, cuaca masih tidak menentu," jelas Ganjar.


Ganjar juga berharap penataan kota terutama drainase tengah kota terus dilakukan dan ditingkatkan. "Drainase harus ditata ulang, yang kecil-kecil harus dibesarkan agar aliran air lancar. Sambil menunggu tanggul laut selesai," katanya.

Selain itu menurut Ganjar, budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarang menjadi prioritas utama. "Bersih itu nomor satu. Kalau itu bisa dikerjakan, maka teknis pekerjaan lainnya bisa membantu," tutupnya.

Dalam kunjungan di Kota Pekalongan, Ganjar menyambangi posko pengungsian warga di Masjid Karomah dan lokasi Banjir di wilayah Tirto.

(mbr/rih)