15 Ha Tanah di Batang Ambles Sedalam 50 Cm, 1 Desa Nyaris Terisolir

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 14:18 WIB
50 hektare tanah ambles di batang, jateng. 20/2/2020
Tanah ambles di Batang, Jateng. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Batang -

Peristiwa alam tanah ambles terjadi di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Batang. Patahan tanah ini terjadi di ruas jalan desa dan lahan pertanian warga. Luasnya mencapai 15 hektare sedalam 50 cm, hingga nyaris mengisolir satu desa di sebelahnya.

Ada empat titik di sepanjang jalan desa yang ambles di Dukuh Teropong, Desa Jolosekti dan di jalan desa menuju Desa Manggis.

"Ada jalan desa ambles dan 15 hektare sawah ambles dengan kedalaman mencapai 50 cm," kata Bupati Batang, Wihaji, saat meninjau lokasi patahan tanah, Jumat (21/2/2020).


Wihaji berharap warga untuk waspada terkait kemungkinan adanya peristiwa susulan. Sebab, menurut ahli peristiwa alam tersebut diduga terjadi karena sesar minor.

"Kita bersama tenaga ahli dari Pemprov mengecek dan menganalisa sesar mayornya di mana, agar masyarakat bisa antisipasi dan bersiap-siap apabila terjadi lagi," jelas Wihaji.

15 Ha Tanah di Batang Ambles Sedalam 50 Cm, 1 Desa Nyaris TerisolirJalan desa yang terputus karena tanah ambles (Foto: Robby Bernardi/detikcom)


Hal serupa juga dikuatkan oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jawa Tengah, Primasto, yang juga mengunjungi lokasi. Menurutnya, perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui secara teknis adanya patahan mayornya.

"Namanya patahan itu dari alamnya, karena ada beberapa wilayah yang memiliki patahan, bukan karena hujan tapi karena pengaruh tektonik," Kata Primasto.


Sementara itu, Camat Tulis, Wawan Nudiansyah menambahkan untuk penurunan tanah yang terjadi di ruas jalan aspal telah mengakibatkan Desa Manggis nyaris terisolir.

"Ada satu titik patahan yang mengakibatkan penurunan struktur tanahnya berada di jalan penghubung antardesa. Kalau tidak tertangani, Desa Manggis terisolasi karena tidak ada akses lainya," kata Wawan Nurdianysah.

Untuk solusi sementara, kata Wawan, persoalan putusnya jalan tersebut diatasi warga dengan kerja bakti melakukan pengurukan jalan yang ambles.

(mbr/ams)