Round-Up

Bagaimana Kelanjutan Kasus Pasutri Kurung-Paksa ABG Threesome di Brebes?

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 11:18 WIB
Pasutri yang paksa gadis ABG threesome di Brebes
Pasutri yang mengurung dan memaksa gadis ABG threesome di Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Yogyakarta -

Kasus pasangan suami istri (pasutri) yang mengurung dan memaksa seorang gadis remaja melakukan threesome membuat geger di Brebes. Bagaimana kelanjutan kasusnya saat ini?

Pasutri bernama Sarkum (51) dan Siti Saefuroh alias Puroh (29) telah ditangkap polisi pada Senin (17/2). Kasus ini berawal saat Puroh memanggil korban yang memang sudah dikenalnya itu pada Kamis (6/2) dengan alasan ingin meminta bantuan. Dia juga sempat mengiming-imingi korban uang Rp 5 juta meski tak mengungkap bantuan apa yang dia inginkan dari korban.

Korban akhirnya terjebak di rumah kosong dan mendapatkan perilaku tak senonoh dari pasutri tersebut. Dia dikurung selama tiga hari pertama, lalu sempat dilepas dengan alasan agar korban bisa berangkat ke sekolah.

Namun korban masih di bawah ancaman pelaku sehingga hanya bisa menurut ketika diminta kembali ke rumah kosong itu. Akhirnya korban berhasil melarikan diri pada Minggu (16/2).

Korban kemudian menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarga. Keluarga korban yang tak terima, melaporkan kasus ini kepada polisi.

Setelah ditangkap, pasutri itu sempat ditahan di Polsek Bumiayu, Brebes sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Brebes.

Kepada polisi, pelaku memberikan sejumlah pengakuan. Mulai dari ancaman yang diberikan kepada korban hingga motif di balik aksi bejatnya itu.

"Puroh (istri Sarkum) ingin threesome dengan alasan agar lebih bergairah," kata Kapolsek Bumiayu, AKP Adiel Ariesto saat dihubungi wartawan, Selasa (19/2/2020).

Selain itu, para pelaku mengancam korban dengan beberapa hal di antaranya santet dan jenglot. Fakta lainnya, polisi mengungkap pelaku merupakan dukun.

"Korban ini tidak berani melapor karena diancam akan disantet oleh dua pelaku. Sarkum itu seorang dukun," ungkap Adiel.

Polres Brebes rencananya akan menyampaikan keterangan pers tentang kasus ini pada Kamis kemarin. Namun rencana itu tertunda dan diagendakan keterangan pers akan digelar hari ini.

(sip/mbr)