Pemkot Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama Sepekan

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 08:31 WIB
Suasana dapur umum korban banjir di Kota Pekalongan, 21/2/2020
Suasana dapur umum korban banjir di Kota Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat banjir untuk sepekan ke depan. Langkah ini diambil terkait empat kecamatan di kota setempat terendam banjir cukup parah.

Empat kecamatan yang terendam banjir yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan. Kondisi terparah yang membuat warga mengungsi banyak di di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Akibat banjir tersebut warga yang terdampak banjir sebanyak 3.300 jiwa. Namun yang mengungsi tercatat ada 1.100 jiwa.


Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat mengunjungi dapur umum di Stadion Hoegeng, Jumat (21/2/2020) dinihari.

"Status darurat bencana dimulai sejak Kamis (20/2/2020) hingga Kamis (27/2/2020) ," ucapnya.

Penetapan status darurat bencana tersebut telah ditetapkan melalui melalui SK Wali Kota guna mencairkan dana cadangan untuk kebutuhan penanganan banjir di Kota Pekalongan.


Namun demikian Achmad Afzan Arslan Djunaid memastikan bahwa sejauh ini kebutuhan logistik, obat-obatan, makanan, kesehatan, kebutuhan bayi, selimut ribuan pengungsi tercukupi.

"Semua dinas terkait kita libatkan dibantu dengan anggota TNI-Polri memberikan kebetuhan logistik warga yang terdampak," jelasnya.


Menurutnya Pemkot akan melakukan distribusi bantuan baik yang mengungsi maupun yang terdampak banjir. Dapur umum dikatakannya dalam sehari mendistribusikan sebanyak 9.000 nasi bungkus.

"Warga yang pengungsi sekitar 1.100 orang dan jumlah warga terdampak namun tidak mengungsi sekitar 2.200 jiwa," katanya.

Simak Video "Kampung Tanah Rendah Jaktim Kebanjiran, Warga Bersiap Ngungsi"

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)