Diskors 'Hina Jokowi', Sucipto Ngaku Ditanya Dugaan Plagiasi Rektor Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 16:40 WIB
Sucipto Hadi Purnomo, dosen Unnes yang diskor gegara bercanda di FB
Sucipto Hadi Purnomo (Foto: Dok. Pribadi)
Semarang -

Dosen Universitas Semarang (Unnes), Sucipto Hadi Purnomo, mengakui pernah dipanggil oleh pihak kampus terkait status Facebook yang dinilai menghina Jokowi. Namun, menurutnya, pertanyaannya tak melulu soal itu. Dia juga diklarifikasi soal kesaksiannya dalam kasus dugaan plagiasi desertasi oleh Rektor Unnes.

Sucipto yang kini diskors terkait postingan di Facebook menyebut tidak punya masalah pribadi dengan rektor Unnes, Fathur Rokhman. Kehadirannya memberi kesaksian adalah dalam kapasitasnya sebagai anggota tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristek Dikti saat itu.

"Secara pribadi, saya tidak ada masalah dengan Rektor. Biasa-biasa aja," kata Sucipto kepada detikcom, Senin (17/2/2020).


Sucipto mengaku, ketika diklarifikasi terkait kasus unggahan status, pihak Unnes juga menyinggung kehadirannya sebagai saksi di kepolisian terkait dugaan plagiasi disertasi Rektor Unnes.

"Yang itu iya. Terkait dengan kehadiran saya sebagai saksi dalam kasus yang terkait dengan dugaan plagiasi disertasi di UGM," tegasnya menjawab detikcom.

Sebelumnya, Kepala UPT Humas Unnes Muhammad Burhanudin menyebutkan Unnes sudah melakukan klarifikasi kepada Sucipto berdasarkan surat permintaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18211/A3.2/KP/2020 tertanggal 23 Januari 2020.

Ia menjelaskan dosen yang bersangkutan dibebastugaskan sementara selama masa pemeriksaan hingga turun keputusan tetap. "Dosen tersebut diperiksa karena mengunggah postingan yang diduga mengandung penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia dan ujaran kebencian di media sosial Facebook pribadinya," jelasnya.


Postingan yang dimaksud adalah unggahan status pada Senin (10/6/2019) di akun Facebook Sucipto Hadi Purnomo. Dalam postingan tersebut tertulis, 'Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?'.

Sucipto sempat menjelaskan postingannya itu sudah melewati masa Pilpres. Unggahan satire yang dia tulis itu juga untuk menyinggung orang-orang yang selalu menyalahkan Jokowi.

Simak Juga Video "Terduga Penghina Presiden Disidang di Tembilahan"

[Gambas:Video 20detik]

(mbr/ams)