Muhammadiyah Terjunkan Tim Dampingi Siswi SMP yang Disiksa Teman

Rinto Heksantoro - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 15:19 WIB
Suasana SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo tempat siswi dianiaya di kelas
PD Muhammadiyah Purworejo akan dampingi siswi korban penyiksaan tiga temannya. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo menerjunkan tim advokasi untuk membantu menangani kasus penyiksaan yang menimpa siswi SMP di Purworejo, Jawa Tengah. Pendampingan akan diberikan kepada pihak korban maupun tiga siswa yang dijadikan tersangka.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Purworejo, Agus Budi Santoso menuturkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim advokasi untuk membantu menyelesaikan kasus penganiayaan siswi yang terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh beberapa waktu lalu itu.

"Kami akan berikan advokasi baik kepada korban dan tersangka. Solusinya pemulihan sisi psikologis tersangka maupun korban," kata Agus ketika ditemui detikcom di rumah korban, Senin (17/2/2020).

"Bagaimana penanganan ke depan, siswa bermasalah masih memiliki kepercayaan diri untuk lanjut studi karena masih di bawah umur. Dua-duanya tetap butuh bimbingan. Pasti ada latar belakang anak berbuat seperti itu, nanti butuh pendalaman," sambungnya.

Di tempat yang sama, anggota tim advokasi PDM Purworejo Bidang Psikologi Pendidikan, Patria Jati mengatakan bahwa untuk memulihkan keadaan psikologis korban perlu dilakukan beberapa tahapan. Harapannya korban bisa sembuh total dari trauma yang dialami.

"Pertama observasi dulu, kemudian nanti akan ada tes IQ untuk melihat taraf mentalnya, baru kemudian trauma healing. Bantu korban secara total ini harapannya korban bisa kembali ke masyarakat untuk planing masa depan," ucapnya.

Seperti diketahui, seorang siswi SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo disiksa oleh tiga siswa teman sekolahnya pada Rabu (12/2) lalu. Saat ini kondisi siswi masih trauma dan hari ini belum mau masuk sekolah.

Sedangkan tiga siswa pelaku penganiayaan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Purworejo. Ketiganya tidak ditahan karena masih di bawah umur dan ancaman hukuman pasal yang dikenakan di bawah tujuh tahun penjara.

Simak Video "Uang Rp 2.000, Motif Sekelompok Siswa SMP Purworejo Keroyok Siswi"

[Gambas:Video 20detik]

(rih/ams)