Keraton Yogya Gandeng Milenial Rayakan Kenaikan Takhta Sultan

Larastining Retno Wulandari. - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 15:31 WIB
Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta (Foto: dok.detikom)
Yogyakarta -

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bakal mengadakan pameran untuk merayakan kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-32 tahun Jawa. Tidak hanya dibuka untuk kalangan Keraton, tetapi juga untuk umum.

Pameran yang diusung kali ini bertemakan Busana dan Peradaban Keraton Yogyakarta dengan tajuk Abalakuswa. Pameran akan diadakan pada Sabtu (7/3/2020).

Pameran ini mengusung konsep yang disesuaikan dengan anak muda. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan pameran di museum memerlukan regenerasi.

"Kita akan meneruskan budaya berkunjung ke museum kepada anak muda, generasi milenial. Kami memang punya batasan usia. Jadi, kami perlu regenerasi," jelas GKR Bendara saat diwawancarai detikcom di jumpa pers Tingalan Jumenengan Dalem, Sabtu (15/2/2020).

Keraton Yogya Gandeng Milenial Rayakan Kenaikan Takhta SultanFoto: GKR Bendara dan GKR Hayu konferensi pers Tingalan Jumenengan Dalem (Laras/detikcom)

GKR Bendara menyayangkan citra Keraton yang selama ini dianggap kuno. Dia menyadari, minat anak muda ke museum berkurang karenanya dia berupaya membuat Keraton Yogya agar senantiasa menarik.

"Kami akan senantiasa membuat Keraton dan museum menjadi menarik. Pada pameran mendatang, kami buat tata letak busananya yang menarik. Kami juga akan mengadakan lokakarya yang interaktif," ujar GKR Bendara.

GKR Bendara juga menyampaikan pameran ini akan cocok untuk anak muda. Sebab, warna-warna yang akan diusung menampilkan warna yang modern. Bahasa yang disampaikan saat lokakarya pun juga tidak kaku.

"Kami akan membawakan warna-warna yang modern. Nanti, bahasa yang dibawakan juga tidak terlalu baku. Kami akan menekankan storytelling ringan," terangnya.

Diwawancarai bersamaan, kakak dari GKR Bendara, GKR Hayu menyampaikan, kurator pamerannya pun juga datang dari generasi milenial. Namun, ketika ditanyai bocoran kuratornya, dia bersama adiknya masih menutup rapat.

"Kurator pamerannya dari anak muda. Mereka pun juga paham akan sejarah semua. Cuma, kami tidak bisa menyebutkan namanya. Kami belum mengetahui apakah ia mau disebut di publik apa tidak," pungkas kakak beradik ini.

(ams/ams)