Daftar Kejahatan Sadis Preman Santang Yogya: Perampokan hingga Perkosaan

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:32 WIB
Seorang preman sadis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Santang menyerahkan diri ke Polda DIY, Jumat (14/2/2020).
Preman sadis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Santang (depan) menyerahkan diri ke Polda DIY, Jumat (14/2/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Seorang preman sadis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Santang menyerahkan diri ke Polda DIY. Santang punya nama tenar di dunia kejahatan di kawasan DIY.

Dari catatan polisi, Santang merupakan residivis dalam berbagai kasus. Tercatat sudah empat kali dia keluar masuk bui.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto mengatakan, catatan kejahatan Santang mulai dari penganiayaan, perkosaan hingga perampokan.

"Dia (Santang) termasuk residivis. Pernah terjerat kasus penganiayaan, pemerkosaan dan perampokan juga," kata Yuliyanto saat rilis kasus di Mapolda DIY, Jumat (14/2/2020).

Di tempat yang sama, Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudi Satria mengatakan Santang menyerahkan diri pada Kamis (13/2).

"Dari informasi, Santang ini cukup meresahkan di daerah Minggir karena suka memalak warung saat dalam kondisi mabuk," kata Burkan.

Burkan menyebutkan, Santang juga tercatat sebagai salah seorang pelaku kekerasan jalanan atau klitih di kawasan Nanggulan, Kulon Progo awal Februari lalu.

Tonton juga Pelaku Pecah Kaca Beraksi di Sukabumi, Uang Rp 100 Juta Milik Kontraktor Raib :

Kala itu korban Marsudi (40) menjadi korban kekerasan jalanan di Kulon Progo, Sabtu (1/2) malam. Marsudi yang sedang dalam perjalanan ke tempat memancing ini mengalami luka bacok di kepala bagian belakang.

Selain itu, Santang juga tercatat melakukan penganiayaan di daerah Minggir, Sleman, pada Senin (27/2) lalu. Pada kasus penganiayaan di Minggir, Sleman ini Santang juga tega menyekap korban.

"Kami analisa TKP yang di Minggir. Kami buru empat tersangka itu, lalu muncul TKP lagi di Nanggulan yakni penganiayaan. Saat kami telusuri salah satu pelakunya Santang ini," kata Burkan.

Pada TKP penganiayaan di Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo diketahui ada tiga orang pelaku. Dari penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku lainnya Andri Nurhidayat (26) di daerah Nanggulan, Kulon Progo.

Para pelaku itu ternyata merupakan orang yang sama dengan pelaku penyekapan dan penganiayaan di Minggir. "Dua pelaku lagi masih buron dan akan kami kejar terus pelakunya," tuturnya.

Barang bukti yang diamankan dari kedua pelaku yakni 1 buah senapan angin laras panjang, 1 buah ponsel, 1 buah pakaian dan sepasang sepatu. Keduanya kini sudah ditahan di Mapolda DIY.

Keduanya dijerat dengan Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan terancam kurungan hingga delapan tahun.

(rih/sip)