Sempat Dirawat di RS Hong Kong, Seorang TKI Asal Batang Meninggal

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:48 WIB
Seorang buruh migran atau TKI asal Batang yang bekerja di Hong Kong, Siti Khotijah (37) meninggal dunia pada Rabu (12/2/2020).
Buruh migran atau TKI asal Batang yang bekerja di Hong Kong, Siti Khotijah (37) meninggal dunia pada Rabu (12/2/2020). (Foto: Dok. Polsek Bandar, Batang)
Batang -

Seorang buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang bekerja di Hong Kong, Siti Khotijah (37) meninggal dunia pada Rabu (12/2). Pihak keluarga melalui aparat desa tempat tinggalnya menyebut, Siti dirawat karena sakit.

Siti adalah warga Dukuh Rowosidi RT 01 RW 01, Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Kepala Desa Batiombo, Slamet Sukardi, mengatakan Siti sempat dirawat di rumah sakit di Hong Kong sejak 1 Februari 2020.

"Meninggalnya (Siti Khotijah) pada hari Rabu (12/2), menurut pihak keluarga karena sakit," ucap Slamet, Kamis (13/2/2020).

Slamet menjelaskan, pihak keluarga sebelumnya telah dihubungi pihak KBRI di Hong Kong melalui telepon terkait kondisi Siti.

"Siti ini kondisi sakit pas pihak majikannya tengah liburan ke luar Hong Kong. Dia ditolong tetangga dan diantarkan ke rumah sakit sejak tanggal 1 Februari kemarin," ujarnya.

Slamet menyebutkan, pihak keluarga telah melihat kondisi Siti sebelum meninggal melalui video call, Rabu (12/2) kemarin. Siti dirawat di RS dengan kondisi peralatan oksigen menempel di tubuhnya.

Sementara itu hasil koordinasi dengan KBRI dan KJRI di Hong Kong, lanjut Slamet, jenazah Siti rencananya akan dipulangkan ke Batang pada Jumat (14/2) pagi.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Muspika dan Puskesmas Bandar 2 untuk membantu kebutuhan pihak keluarga seperti menyediakan bantuan ambulans dan lain-lainnya," jelasnya.

Slamet mengungkapkan, Siti bekerja di Hong Kong sebagai asisten rumah tangga selama puluhan tahun. Siti berangkat ke Hong Kong melalui jasa penyalur TKI resmi.

"Sudah 20 tahun lamanya. Suaminya, Tarohimron (40) sekarang masih bekerja di Malaysia," ujarnya.

Diwawancara terpisah, Bupati Batang, Wihaji mengaku telah menerima kabar duka salah seorang warganya tersebut. Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Jawa Tengah dan BP3TKI untuk membantu proses pemulangan jenazah.

"Saya sudah perintahkan kepala Dinas Tenaga Kerja untuk segera berkoordinasi dengan provinsi, untuk proses pemulangan jenazah," jelas Wihaji.

(rih/sip)