Catatan Lengkap Aktivitas Gunung Merapi Selama 2012-2019

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:14 WIB
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Geologi (BPPTKG) merilis catatan peningkatan aktivitas Gunung Merapi selama tahun 2012-2019, Kamis (13/2/2020).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis catatan aktivitas Gunung Merapi selama tahun 2012-2019, Kamis (13/2/2020). (Foto: Dok. BPPTKG)
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis catatan peningkatan aktivitas Gunung Merapi selama tahun 2012-2019. Aktivitas dari salah satu gunung teraktif di dunia itu terdiri dari tujuh fase.

Berikut catatan BPPTKG terkait fase aktivitas Merapi seperti yang dirangkum detikcom, Kamis (13/2/2020):


1. Intrusi di Dapur Magma (15 Juli 2012-20 April 2014)
Indikasi:
- Enam kali letusan freatik pada 15 Juli 2012-20 April 2014 yang terjadi tanpa gejala yang jelas
- Seismisitas bulan April 2018 rendah dengan rincian 1 kali vulkano-tektonik dangkal (VTB), 15 kali multi-phase (MP), dan 40 kali gempa guguran/rock-fall (RF)


2. Intrusi di Konduit Dalam (11 Mei 2018-1 Juni 2018)
Indikasi:
- 12 kali letusan freatik
- 21 Mei 2018 pukul 23.00 tingkat aktivitas dinaikkan dari Normal ke Waspada
- Vulcano tektonik dalam (VTA) mendahului letusan terbesar 11 Mei dan 1 Juni 2018
- Seismisitas bulan Mei 2018: VTA 15 kali, VTB 6 kali, MP 42 kali, DG (embusan/degassing) 40 kali, dam RF 130 kali


3. Intrusi di Kantong Magma 1,5-2,5 km (Juni 2018)
Indikasi:
- Terjadi penurunan seismitas pada dua minggu terakhir bulan Juni terutama gempa guguran dan hembusan
- Seismitas pada bulan Juni 2018: VTA 2 kali, VTB 5 kali, MP 51 kali, LF (low-frequency) 6 kali, DG 90 kali, dan RF 157 kali


4. Intrusi di Konduit Dangkal (Juli 2018-10 Agustus 2018)
Indikasi:
- Peningkatan seismisitas pada Juli 2018: VTB 31 kali, LF 27 kali, MP 145 kali, dan RF 149 kali
- Pemendekan jarak EDM sekitar 2 cm pada 15 Juli-awal Agustus 2018
- Inflasi terdeteksi dari pemodelan data GPS
- Guguran besar terdengar di Babadan pada 1 Agustus 2018

5. Ektrusi dan Pertumbuhan Kubah Lava (11 Agustus 2018-28 Januari 2019)
Indikasi:
- Gempa embusan besar terdengar oleh warga Deles pada tanggal 11 Agustus 2018, indikasi ekstrusi lava baru. Material baru teramati dari foto drone
- Kubah lava tumbuh dengan laju rata-rata 3.000 m3/hari
- Kejadian guguran intensif rata-rata 40 kali/hari
- Terjadi guguran lava pijar ke arah Kali Gendol pertama pada tanggal 23 November 2018 sebanyak 4 kali dengan jarak luncur maksimum 300 meter
- Seismisitas sebulan terakhir VTB 8 kali, MP 15 kali, LF 28 kali, DG 71 kali, RF 1.132 kali
- Deformasi: inflasi pada kantong magma dangkal dengan kedalaman 1-2 kilometer di bawah puncak

6. Ekstrusi dan Pembentukan Awan Panas dan Guguran Lava (29 Januari 2019-21 September 2019)
Indikasi:
- 29 Januari: Terjadi awan panas pertama sebanyak tiga kali dengan jarak luncur maksimal 1,4 kilometer
- Pertumbuhan kubah lava tidak teramati
- Seismisitas bulan Maret 2019, VTB 20 kali, MP 86 kali, LF 77 kali, RF 1.111 kali, dan PF (awan panas) 36 kali
- Deformasi: siklus inflasi-deflasi pada kantong magma dangkal


7. Suplai Magma Baru dari Dapur Magma (22 September 2019-saat ini)
Indikasi:
- Penurunan kejadian guguran (RF)
- Peningkatan gempa VTA
- 4 kali letusan abu
- Sumber tekanan di kedalaman 8 kilometer dihasilkan dari pemodelan deformasi
- Seismisitas bulan Oktober 2019: VTA 94 kali, VTB 36 kali, MP 360 kali, LF 31 kali, RF 240 kali

Tonton juga Hujan Abu di Glagaharjo Sleman Usai Erupsi Merapi :

Selanjutnya
Halaman
1 2