Curhat TKI soal Krisis Masker di Hong Kong: Beli Online, Dikirimi Kardus

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 15:45 WIB
Surat terbuka buruh migran ke bupati
Surat terbuka buruh migran ke bupati. Foto: (Tangkapan layar curhatan buruh migran di Facebook)
Kabupaten Pekalongan -

Curhatan menyedihkan disampaikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong. Di tengah maraknya wabah virus Corona, mereka kesulitan mencari masker pelindung. Pernah order masker lewat layanan online dengan harga tinggi, ternyata tertipu kiriman kardus.

Asih, buruh migran di Hong Kong asal Pekalongan, menceritakan perjuangannya bersama teman-teman untuk mendapatkan masker yang harus diganti tiap 6 jam. "Untuk mendapatkan masker, antrean lama dan sangat mahal. Satu kotak isi 50 di sini harga 450-550 dollar (Kong Kong)," cerita Asih kepada detikcom melalui aplikasi media sosial, Kamis (13/2/2020).

1 dollar Hong Kong saat ini setara dengan nilai rupiah sekitar Rp 1.745. Satu kotak masker berisi 50 masker, dirinya dan teman-teman membeli dengan mengantre dan mengeluarkan uang sekitar Rp 959.750 bila satu kotak isi 50 lembar seharga 550 dolar (Hong Kong). Padahal, harga satu kotak masker sebelum mengalami kelangkaan hanya 50 dollar.


Asih dan kawan-kawan pernah berusaha membeli masker secara online, dengan harapan mendapat lebih cepat dan mudah tanpa antre. "Apa yang saya dapat justru di-PHP. Padahal saya sudah kasih DP (uang muka) Rp 5 juta. Bukan masker yang datang, malah sampah kardus," katanya.

Padahal menurut Asih saat pengambilan pengiriman pesanan tersebut, dirinya dikenai pembayaran 30 dollar Hong Kong per kilonya.

Untuk lebih menghemat pengeluaran dan semakin menipisnya barang, Asih dan kawan-kawan saat ini hanya menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. Hal itu harus dilakukan karena pemerintah setempat mewajibkan semua memakai masker jika berada di area terbuka.

Video Peneliti Indonesia Bersiap Kembangkan Vaksin Virus Corona COVID-19 :

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2