Impor Bawang China Terdampak Corona, Pemprov Jateng: Harus Cari Alternatif

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 15:18 WIB
Operasi Pasar Bawang Putih Murah
Ilustrasi bawang putih (Foto: Anisa Indraini)
Semarang -

Merebaknya virus corona berdampak pada kenaikan harga bawang putih di Jawa Tengah. Ini disebabkan karena masih ada ketergantungan pada impor bawang putih dari China.

Kepala Dinas Perdagangan Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo mengatakan impor bawang putih dari China mencapai 90 persen. Dia mengusulkan agar pemerintah membuka peluang impor dari negara lain agar mengurangi ketergantungan ini.

"Nasional butuh 550 ribu ton, 90 persen dari China. Di Jawa Tengah sama lah persentasenya," kata Arif di Kantor Pemprov Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (12/2/2020).

Arif menegaskan tidak ada pembatasan impor bawang terkait virus Corona. Namun pengiriman bawang putih dari China terkendala karena ada perlakuan khusus terkait produk ekspor termasuk bawang putih ke Indonesia.

"Karena belum optimal di China, karena ada libur Imlek dan isu corona," jelas Arif.

"Kita tidak ada pembatasan impor," imbuhnya.

Arif menuturkan keterlambatan masuknya bawang putih dari China Januari lalu memunculkan sentimen negatif di pasar hingga menyebabkan harga merangkak naik. Namun, harga bawang putih ini kembali turun setelah ada kabar masuknya impor bawang putih ke Indonesia.

"Berita bahwa kita akan lanjutkan impor memunculkan statement positif, harga langsung turun. Kementerian juga meminta importir jangan melempar harga yang sekarang, tapi yang wajar," jelasnya.

Impor Bawang China Terdampak Corona, Pemprov Jateng: Harus Cari AlternatifFoto: Kepala Dinas Perdagangan Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo (Angling/detikcom)

Dia menambahkan juga sudah melakukan sidak ke distributor di Semarang. Dia memastikan stok bawang putih yang ada masih aman hingga produk bawang putih dari China masuk lagi ke Indonesia.

"Kemarin waktu sidak di salah satu distributor ada 4 kontainer itu satunya isinya 29 ton. Itu untuk stock bulan ini khususnya Semarang dan Surakarta cukup," katanya.

Meski begitu, Arif berharap peristiwa ini menjadi evaluasi di masa yang akan datang. Sehingga solusinya adalah membuka peluang impor bawang putih dari negara lain.

"Kita jangan ketergantungan ke satu negara. Bayangkan 90 persen dari China, harus cari alternatif, misal India, Spanyol, walau nanti biayanya beda atau mungkin substitusi impor," usulnya.

Sementara itu, harga bawang putih di Relokasi Pasar Johar di MAJT sempat menyentuh Rp 55 ribu per kilogram di tingkat pengecer. Saat ini harga sudah berangsur turun sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Simak Video "Satu Keluarga Terinfeksi Virus Corona Usai Makan Hot Pot Bareng"

[Gambas:Video 20detik]


(ams/sip)