Menengok Toilet Bawah Tanah Bertaraf Internasional di Yogya

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:02 WIB
Toilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (10/2/2020).
Toilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (10/2/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Yogyakarta -

Toilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta telah beroperasi sejak tahun 2018 lalu. Seperti apa kondisi terkini toilet umum yang disebut bertaraf internasional itu?

detikcom mencoba menjajal fasilitas toilet yang berada di antara Keraton Yogya dan Jalan Malioboro itu. Terlihat ada meja jaga yang ditunggui seorang petugas.

"Setiap hari rutin kami bersihkan. Memang masih ada beberapa pembenahan, tapi untuk kebersihan tetap kami jaga," kata penjaga toilet, Yoyok (45), saat ditemui detikcom di lokasi, Senin (10/2/2020).

Menengok Toilet Bawah Tanah Bertaraf Internasional di YogyaToilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (10/2/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Untuk diketahui, pengguna dilarang merokok dalam toilet sehingga di depan pintu masuk terdapat asbak. Ketika melangkahkan kaki masuk ke dalam, ruangan toilet tampak bersih. Fasilitas yang disediakan juga berfungsi normal.

Pengharum ruangan menyala otomatis setiap beberapa menit sekali. Di dalam ruangan terasa adem karena ada AC-nya. Air dari keran mengalir deras. Di sudut tertentu menuju ruang toilet juga terpasang CCTV. Selain dilarang merokok, pengguna toilet dilarang mandi.

"Semua berfungsi. Perawatan juga terus kami lakukan. Lampu nyala, CCTV juga berfungsi," jelasnya.

Menengok Toilet Bawah Tanah Bertaraf Internasional di YogyaToilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (10/2/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Hingga saat ini, toilet yang juga memiliki fasilitas untuk difabel dan ruang laktasi itu masih digratiskan bagi pengunjung.

"Masih gratis, untuk operasional dari mulai pukul 10.00-23.00 WIB," terangnya.

Menengok Toilet Bawah Tanah Bertaraf Internasional di YogyaToilet bawah tanah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (10/2/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Sementara itu, seorang wisatawan asal Bandung, Randy (27), yang memanfaatkan toilet tersebut mengatakan kondisi toilet relatif nyaman.

"Toiletnya nyaman, dan ini gratis, semua berfungsi. Semoga pengguna dan pengelola bisa menjaga dengan baik," kata Rendy.

Seperti dirangkum detikcom, toilet bawah tanah di Jalan Senopati ini dibangun oleh Pemda DIY pada tahun 2017 lalu. Pembangunannya menelan biaya sekitar Rp 5,8 miliar. Toilet ini terdiri dari 12 kamar untuk putri dan 6 kamar untuk putra.

(rih/ams)