196 Warga Banyumas Diduga Mengalami Keracunan Makanan

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 09 Feb 2020 11:13 WIB
Sebanyak 196 warga Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Banyumas diduga mengalami keracunan makanan, Minggu (9/2/2020).
Sebanyak 196 warga Pengadegan, Kecamatan Wangon, Banyumas diduga mengalami keracunan makanan, Minggu (9/2/2020). (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Sebanyak 196 warga Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Banyumas diduga mengalami keracunan makanan. Dinas Kesehatan setempat menduga para korban keracunan hidangan hajatan.

"Korban keracunan diduga dari makanan yang disajikan dalam hajatan warga, sehingga kami segera melakukan langkah pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Dari dugaan tersebut memang mengarah ke hajatan tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto kepada wartawan, Minggu (9/2/2020).

Dari pemeriksaan sementara, ratusan warga itu sebelumnya memakan sejumlah hidangan tumpeng dalam acara selamatan tujuh bulanan pada Jumat (7/2) lalu. Warga baru merasakan gejala seperti keracunan setelah 12 jam berikutnya. Kemudian warga periksa ke Puskesmas 1 Wangon pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dimintai konfirmasi terpisah, Bupati Banyumas Achmad Husain mengatakan dirinya mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan bahwa jumlah korban dugaan keracunan sebanyak 196 orang.

Rinciannya, 160 orang rawat jalan, pasien rawat inap sebanyak 26 orang yang terdiri 18 orang dirawat di Puskesmas Wangon 1 dan 8 orang dirawat di Puskesmas Jatilawang.

"10 orang dirawat rujukan sebanyak 10 orang, terdiri dari 6 orang di RSUD Ajibarang dan 4 orang di RS AN' Nikmah Wangon," jelas Achmad, Minggu (9/2/2020).

Seorang warga RW 5 Desa Pengadegan, Ike, yang orang tuanya menjadi korban menyatakan jika orang tuanya baru merasakan demam hingga gemetar setelah pulang dari hajatan.

"Kejadian sebenarnya Jumat, tapi setelah itu buang-buang air, demam, dan gemetar, hingga menjadi parah," ujarnya.

(rih/rih)