Banjir 7 Desa di Brebes Surut, Tinggalkan Lumpur dan Genangan Air

Imam Suripto - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 18:21 WIB
Lumpur dan genangan sisa banjir di Brebes, 8/2/2020
Lumpur dan genangan sisa banjir di Brebes (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Banjir yang menggenangi tujuh desa di tiga di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dinihari tadi kini sudah surut. Di beberapa tempat yang tertinggal adalah lumpur dan genangan air.

Di kawasan kota Kecamatan Ketanggungan, arus lalu lintas sudah kembali normal. Kendaraan kecil dan roda dua yang semula dilarang melintas, sejak pagi sudah diperbolehkan. Di beberapa lokasi masih terdapat genangan air sehingga mengganggu arus lalu lintas. Di pinggir pinggir jalan juga masih menyisakan lumpur bekas genangan air.

Kapolsek Ketanggungan, Kompol Jumadi mengatakan, jalur utama terutama di jalan Ahmad Yani dan Sudirman sudah normal sejak Sabtu pagi. Banjir di kawasan kota tergolong cepat surut karena air melintas secara deras.

"Kalau jalan utama kota sudah aman dan normal. Memang sempat ditutup untuk kendaraan kecil dan roda dua. Tapi tadi pagi pukul 04.00 WIB sudah dibuka lagi," ujar Jumadi, Sabtu Sabtu (8/2/2020) sore.


Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Nuhsy Mansur mengatakan banjir di tujuh desa ini sudah surut. Meski ada beberapa yang masih tergenang, hal ini akibat saluran buangan yang tidak lancar.

"Surut semua. Hanya sisa lumpur. Warga masih sibuk bersih bersih lumpur," kata Nushy Mansur.

Banjir 7 Desa di Brebes Surut, Tinggalkan Lumpur dan Genangan AirLumpur dan genangan sisa banjir di Brebes (Foto: Imam Suripto/detikcom)


Saat ini, kata Nuhsy, pihaknya terfokus pada penyaluran bantuan untuk para korban banjir. Beberapa barang bantuan yang disalurkan pada hari ini adalah family kit, selimut, pakaian anak, pampers, bahan makanan seperti mie instan, gula, kopi dan air bersih.


Sementara untuk kerugian material yang diakibatkan oleh banjir ini masih dalam pendataan. Termasuk kerugian pertanian, karena banyak lahan yang rusak akibat banjir ini.

"(Jumlah kerugian) Masih assessment. Termasuk kerugian tanaman pertanian, karena menunggu laporan dari dinas pertanian," terangnya.

(mbr/mbr)