GKR Mangkubumi: Presiden Singapura Halimah Senang dengan Budaya Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 00:34 WIB
Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Mangkubumi (kiri), Rabu (5/2/2020).
Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Mangkubumi (kiri), Rabu (5/2/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GKR Mangkubumi menyebut Presiden Singapura HE Halimah Yacob senang dengan kebudayaan Yogyakarta. Hal itu terungkap saat Halimah berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam kunjungannya itu, Halimah bertemu dengan Sultan HB X dan menceritakan pengalamannya menjadi turis di Keraton Yogya. Hingga akhirnya Halimah mengaku tertarik dengan budaya yang ada di Yogyakarta.

"Yang disampaikan Presiden (Singapura) tadi, beliau (Halimah) 4 tahun yang lalu pernah ke sini (Keraton Yogya) sebagai turis, beli tiket sendiri, gitu. Kemudian melihat performance tarian di Bangsal Sri Manganti," kata Mangkubumi saat ditemui wartawan di depan Regol Keben, kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kota Yogyakarta, Rabu (5/2/2020).

"Kemudian lebih ke budaya sih tadi percakapannya, bahwa beliau itu senang dengan kebudayaan yang ada di Yogyakarta," sambung Mangkubumi.

Terkait percakapan lain, khususnya mengenai wabah virus corona, Mangkubumi mengaku tidak mengetahuinya persis. Karena posisi Mangkubumi sempat berjarak saat Ngarsa Dalem dan Halimah terlibat percakapan.

"Saya tidak tahu (Sultan dan Halimah membahas virus corona), maaf saya tidak dengar. Karena tadi beliau (Halimah) yang berdiskusi langsung (dengan Sultan), (posisi) kami agak jauh soalnya," ujarnya.

GKR Mangkubumi: Presiden Singapura Halimah Senang dengan Budaya YogyaPresiden Singapura HE Halimah Yacob (berkerudung) di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (5/2/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Diberitakan sebelumnya, Presiden Singapura HE Halimah Yacob membahas sejumlah hal saat bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keduanya sempat membicarakan wabah virus corona.

Direktur Asia Tenggara, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi, mengaku tidak ada pembicaraan secara khusus terkait mewabahnya virus corona. Namun, ia tak menampik ada pembicaraan secara informal soal wabah tersebut.

"Tidak, tidak ada secara khusus (pembahasan virus corona). Mungkin secara umum saja ya, bagaimana kedua negara sebagai negara dekat, kita bekerja sama untuk mencegah penularan corona virus," katanya saat ditemui wartawan di kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kota Yogyakarta, Rabu (5/2).

Sedangkan untuk pembicaraan khusus lainnya, Denny menyebut tidak ada. Menurutnya, Ngarsa Dalem dan Halimah hanya membahas hubungan yang terjalin antara Indonesia dan Singapura di beberapa sektor.

"Di dalam cuma membahas mengenai secara umum hubungan bilateral antara Indonesia dengan Singapura, kedekatan kedua negara, dan banyak kerja sama pendidikan, pelatihan yang dijalankan selama ini," ucapnya.

Denny menambahkan, bahwa kunjungan tersebut adalah kunjungan pertama Halimah ke Yogyakarta semenjak menjadi Presiden Singapura. Selain mengunjungi Keraton, Denny menyebut Halimah akan mengunjungi UGM, Kamis (6/2).

(rih/rih)