Antisipasi Virus Corona, Pemkot Solo Pantau Perdagangan Kelelawar

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 16:32 WIB
Kelelawar yang dijual di Pasar Depok, Solo, Jumat (31/1/2020).
Kelelawar yang dijual di Pasar Depok, Solo, Jumat (31/1/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Kelelawar menjadi salah satu hewan yang diduga menjadi sumber penyebaran virus corona 2019-nCoV di Wuhan, China. Hal tersebut membuat Pemkot Solo ikut memantau perdagangan kelelawar di Pasar Depok, Solo.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solo, Evi Nur Wulandari, mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Bogor.

"Kami sudah memantau. Kemarin dari BBPV Bogor sudah mengambil kotoran kelelawar di Pasar Depok, tapi belum keluar hasilnya," kata Evi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/1/2020).

Meski demikian, Evi mengatakan kabar penyebaran virus corona dari kelelawar juga masih berupa dugaan. Sedangkan yang telah menjadi wabah saat ini ialah virus corona yang penularannya antarmanusia.

"Kalau sekarang penularannya sudah antarmanusia. Sumbernya apakah dari kelelawar masih dalam penelitian," kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya virus corona selama ini sudah ditemukan pada hewan mamalia seperti kucing, anjing hingga babi. Namun jenis virus corona itu berbeda dengan 2019-nCoV.

"Kalau di anjing, kucing, babi, itu virus corona yang tidak menular ke manusia, tapi hanya sesama spesies saja, kalau anjing menular ke anjing," katanya.

Cegah Virus Corona, Pemkot Solo Pantau Perdagangan KelelawarKelelawar yang dijual di Pasar Depok, Solo, Jumat (31/1/2020). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Sementara itu, Kepala UPT Puskeswan DPKPP Solo, Agus Sasmita, mengatakan kasus virus corona pada anjing dan kucing selama ini belum pernah ditemukan di kliniknya. Masyarakat diminta tetap tenang terkait adanya virus corona pada hewan.

"Selama ini virus corona belum pernah ditemukan di klinik kami. Untuk mencegahnya, hewan harus diberi vaksin dan dijaga daya tahan tubuhnya. Masyarakat tidak perlu resah, namun tetap harus waspada," pungkasnya.

Simak Video "Jokowi Ingin Evakuasi WNI di China, Opsinya Belum Tahu"

[Gambas:Video 20detik]

(rih/mbr)