Round-Up

Siapa Sangka, Baju Keraton Agung Sejagat Ternyata Tiru Gaya Brunei

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 11:00 WIB
Pemuatan seragam Keraton Agung Sejagat di Bantul, Rabu (29/1/2020).
Seragam Keraton Agung Sejagat dipesan di Bantul dan dibuat di Yogya. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Fakta baru terkait Keraton Agung Sejagat terungkap. Si 'ratu' Fanni Aminadia ternyata membawa desain baju Brunei Darussalam saat akan memesan seragam Keraton Agung Sejagat.

"Pas datang itu Fanni bawa gambar desain (baju asal negara) Brunei Darussalam. Karena terlalu mirip, terus saya modifikasi," ujar pemilik usaha Putro Moelyono Drumband, Wahyu Agung Santoso (35) kepada wartawan di rumahnya, Dusun Sonosewu, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Rabu (29/1/2020).

Pria yang akrab disapa Koko ini mengungkap Fanni datang kepadanya pada November 2019. Setelah mereka menyepakati harga, Fanni memesan 297 setel seragam untuk pengikut keraton dan lima setel 'baju kebesaran' untuk raja, ratu dan anak.

Menurut Koko, baju untuk raja, ratu dan anak yang dipesan Fanni memiliki perbedaan model dan bahan yang cukup signifikan dengan seragam para pengikut Keraton Agung Sejagat.

"Jadi total pemesanan Fanni itu sekitar 300 stel. Terus untuk yang 297 seragam itu pakai bahan jas. Tapi kalau yang lima setel itu dia (Fanni) bawa bahan sendiri, lebih mahal itu bahannya," katanya.

Harga setiap setel baju pengikut Keraton Agung Sejagat termasuk topi dan aksesori yakni Rp 900 ribu. Sedangkan untuk lima setel baju lainnya, harga per setelnya Rp 600 ribu.

"Kalau yang lima itu harganya per setel Rp 600 ribu, itu karena dia bawa bahan sendiri," jelas Koko.

Selanjutnya, Koko dan karyawannya mulai mengerjakan pesanan seragam tersebut. Menurut Koko, seluruh baju pesanan Fanni selesai selama satu bulan.

"Pengirimannya lima kali, pertama kirim ke Godean (Kontrakan Toto Santoso) 200 setel dan berlanjut sampai terakhir itu hari Rabu awal bulan Januari," pungkasnya.

(sip/mbr)