Kata Ganjar tentang Sukiyah, Perempuan yang Rambut Gimbalnya Dihuni Tikus

Sukma Indah Permana - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 17:49 WIB
Sukiyah, seorang perempuan di Kabupaten Semarang tidak mandi selama 27 tahun. Kondisinya memprihatinkan karena rambutnya menjadi gimbal hingga menjadi sarang tikus.
Sukiyah bersama relawan Ardian Kurniawan Santoso. Foto: Dok. ACT
Yogyakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara terkait Sukiyah yang dievakuasi dari rumahnya dalam kondisi rambut gimbal dan dihuni tikus serta kecoak di Kabupaten Semarang. Ganjar memastikan tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Jawa Tengah telah mendatangi Sukiyah di Rumah Pemulihan Efata.

"Bu Sukiyah sudah masuk (ke Rumah Pemulihan). Karena selain kesehatan raga, kesehatan jiwanya juga perlu perhatian," ujar Ganjar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/1/2020).

Ganjar meminta masyarakat dan perangkat desa untuk lebih proaktif terhadap kondisi sekitarnya. Selain itu, menurutnya kepedulian masyarakat dan perangkat terdekat harus ditingkatkan. Jika perangkat di level bawah merasa tak mampu mengatasinya, Ganjar meminta mereka untuk melapor ke aparat tingkat yang lebih tinggi.

"Kalau ada, bupati, wali kota, sebarkan sediakan kanal untuk mengadu. Sekarang kan zamannya medsos, buka kanal dong, boleh ke kantor, medsos," lanjutnya.

Ganjar mengaku sering mendapat aduan terkait permasalahan salah satunya tentang orang telantar di media sosial. Dalam kesempatan ini, Ganjar juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat dan relawan yang berhasil membujuk Sukiyah untuk memotong rambut.

"Saya apresiasi, sebenarnya ada banyak orang. Ada tim juga, kita punya tim yang kerjanya membujuk. Karena seperti itu harus dibujuk dulu. Saya terima kasih atas partisipasi masyarakat," tutup Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, Sukiyah telah dievakuasi ke Rumah Pemulihan Efata di Kabupaten Semarang. Sebelumnya, seorang relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ardian Kurniawan Santoso berhasil membujuk Sukiyah untuk memotong rambut dan keluar dari rumahnya di di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

"Kaget juga. Rambutnya gimbal sekitar 1,5 meter. Di rambutnya itu ada beberapa tikus, kecoa, ada tulang tikus, bangkai. Di lantai rumahnya itu banyak kotoran manusia," kata Ardian kepada wartawan, Senin (27/1).

(sip/rih)