Keraton Agung Sejagat Purworejo Masih Dijaga Polisi 24 Jam karena...

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 15:37 WIB
Lokasi Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih ramai ditonton warga, Selasa (28/1/2020).
Lokasi Keraton Agung Sejagat di Purworejo masih dipasangi garis polisi, Selasa (28/1/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masih menyita perhatian warga. Tiap harinya, polisi berjaga 24 jam penuh di lokasi kerajaan fiktif buatan 'Raja' Toto Santoso dan 'Ratu' Fanni Aminadia tersebut.

Pantauan detikcom, lokasi keraton di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo ramai didatangi warga. Mereka datang silih berganti karena masih penasaran dengan kerajaan fiktif buatan 'Raja' Toto itu.

"Kami jaga selama 24 jam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk menjaga aset yang ada," kata Kapolsek Bayan, Iptu Sarbini, ditemui detikcom di lokasi Keraton Agung Sejagat, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, polisi menjaga lokasi Keraton Agung Sejagat hingga menunggu proses penyidikan 'Raja' Toto dan 'Ratu' Fanni tuntas. Termasuk pemasangan garis polisi di pagar dan pintu masuk keraton.

"Sejak 12 Januari 2020 sampai sekarang police line masih dipasang karena penyelidikan belum selesai tuntas. Nanti (penjagaan) kalau sudah P21 terus persidangan, tapi ya masih lama belum tahu kapan," ujarnya.

Keraton Agung Sejagat Purworejo Masih Dijaga Polisi 24 Jam karena...Polisi berjaga di lokasi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Selasa (28/1/2020). Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sarbini menyebutkan sejumlah barang di dalam Keraton Agung Sejagat sudah diamankan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah sebagai barang bukti. Namun masih ada barang yang ditinggal dan tidak dibawa penyidik.

"Untuk stiker, bendera, lambang-lambang, dan lain-lain kan sudah diamankan sebagai barang bukti. Tapi barang lain seperti kursi kan masih, terus listrik juga masih terpasang," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, 'Raja' Toto Santoso dan 'Ratu' Fanni Aminadia ditangkap polisi pada Selasa (14/1) lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan keonaran.

Polisi telah memeriksa puluhan saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Kasus ini masih dalam penyidikan Polda Jawa Tengah.

Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"

[Gambas:Video 20detik]

(rih/mbr)