Round-Up

Akhir Perjalanan Kasus Nenek yang Ditendang-Diseret di Pasar Sleman

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 23:04 WIB
Nenek Rubingah yang viral karena ditendang dan diseret di Pasar Protojayan, Sleman, Jumat (24/1/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Usai sudah perjalanan kasus nenek Rubingah (60) yang ditendang dan diseret di Pasar Potrojayan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Peristiwa yang videonya viral di media sosial hingga polisi turun tangan itu berujung damai.

"Saya hanya ingin menegaskan dan meluruskan kaitannya dengan kejadian di Pasar Prambanan yang menimpa Ibu Rubingah," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah di Mapolres Sleman, Sabtu (25/1/2020).

"Jadi kejadian yang terjadi pada tanggal 20 (Januari) itu sudah clear, sudah disepakati kedua belah pihak dan sudah saling memaafkan. Selain itu, korban juga tidak menuntut," sambung Rizky.

Rizky menjelaskan, baik Rubingah dan pria yang diduga menendang Rubingah telah bertemu pada tanggal 23 Januari di Polsek Prambanan. Hasilnya, mereka sudah berdamai.

"Bahwa betul memang kalau ada peristiwa yang diduga mengambil dan penganiayaan. Tapi, dari awal sudah saya sampaikan kepada penyidik, betul lihat fakta, tapi kita lihat, dalami dulu, dan nanti kita gunakan asas kemanusiaan (dalam menanganinya)," ucapnya.

"Setelah itu, kita bersama teman-teman, dibantu satgas dari Pemda bersepakat untuk melakukan mediasi, dan alhamdulillah tanggal 23 kemarin sudah ada kesepakatan antara yang diduga menendang dan Rubingah," imbuh Rizky.

Menurut Rizky, polisi lebih memilih langkah mediasi karena setelah didalami ternyata Rubingah saat ini hanya tinggal sendiri. Selain itu, Rubingah mengalami depresi.

"Setelah kita dalami, beliau ini (Rubingah) ternyata tinggal sendiri dan anaknya di Jakarta. Kemudian (Rubingah) juga agak terganggu (kejiwaannya), itu keterangan dari para tetangga," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4