Terlibat Penganiayaan, 7 Pesilat Ditangkap Polisi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 20:48 WIB
Rilis kasus penganiayaan di Mapolresta Surakarta, Jumat (24/1/2020). (Foto: Bayu/detikcom)
Solo -

Tujuh anggota salah satu perguruan silat di Solo dibekuk aparat Polda Jawa Tengah. Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap anggota perguruan silat lain di Sukoharjo.

Peristiwa berawal saat tujuh pelaku melakukan pertemuan di daerah Pengging, Boyolali, Rabu (15/1) dini hari. Saat pulang melewati Kartasura, mereka melihat kawan sesama anggota perguruannya dalam keadaan terluka di bagian kepala.

Anggota perguruan itu mengaku dikeroyok anggota perguruan silat lain. Kebetulan para pelaku bertemu dengan sekelompok anggota dari perguruan silat yang kerap berlawanan dengan mereka di angkringan. Ketujuh pelaku itu langsung menganiaya empat anggota perguruan silat lawan tersebut.

"Ketujuh pelaku adalah anggota perguruan silat. Sedangkan empat korban berasal dari anggota perguruan silat lainnya," kata Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto dalam jumpa pers di Mapolresta Surakarta, Jumat (24/1/2020).

"Penyebab terjadinya penganiayaan adalah arogansi. Merasa dia kuat, merasa punya kawan, sehingga kelakuannya sudah berubah yang tadinya manusia menjadi bukan manusia," lanjutnya.

Ketujuh pelaku berinisial RM, AZ, MT, SK, FH, AS, dan VR. Masing-masing melakukan penganiayaan berupa pukulan, tendangan hingga bantingan. Mereka ditangkap pada Rabu (22/1) di lokasi yang berbeda.

"Saat kita tangkap pelaku, kita geledah rumahnya ada barang seperti ini," ujar Budhi sambil menunjukkan senjata tajam berupa celurit hingga parang.

Adapun dari tujuh tersangka, dua di antaranya masih di bawah umur, yakni AS dan VR. Diversi untuk kedua pelaku anak telah disetujui.

Budhi mengimbau agar tidak ada lagi kegiatan organisasi yang meresahkan masyarakat. Polisi akan bertindak tegas terhadap aksi-aksi arogansi seperti yang dilakukan perguruan silat tersebut.

"Saya imbau jangan diteruskan lagi aksi-aksi premanisme, aksi-aksi yang membuat resah masyarakat. Jangan sampai kita dipaksa untuk berbuat lebih tegas lagi," pesannya.

Tonton juga video Guru di Lamongan Pukul Siswa dengan Besi hingga Pingsan:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/rih)