Ketemu Ketua Parpol Dunia, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Atasi Konflik

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 15:04 WIB
Wapres Ma'ruf Amin saat menjadi keynote speaker di Centris Democracy International (Foto: dok. PKB)
Sleman -

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menilai dialog lebih efektif untuk mengatasi konflik. Ma'ruf mengajak peran serta para pimpinan parpol se-dunia untuk saling memahami dan menghargai perbedaan untuk menghindari konflik.

Di awal sambutannya, Ma'ruf menyinggung soal tantangan hidup berdemokrasi. Di antaranya masalah intoleransi, penyebaran berita bohong, hoax, ujaran kebencian, egoisme kelompok, diskriminasi ataupun kekerasan berbasis etnis atau agama, radikalisme dan terorisme.

"Kebebasan berekspresi yang dijamin demokrasi dan ketersediaan teknologi dan informasi yang maju telah dimanipulasi untuk menyebarkan hal-hal negatif tersebut sehingga merusak sendi-sendi harmoni kehidupan bermasyarakat. Menciptakan kegaduhan, bahkan kekerasan dan mengancam demokrasi," kata Ma'ruf Amin.

Hal itu diungkapkan Ma'ruf saat menjadi keynote speaker pada acara Eksekutif Meeting Centris Democracy International (CDI) di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (24/1/2020).

Ma'ruf kemudian menyinggung konflik di negara lain yang menelan korban jiwa serta menyengsarakan perempuan dan anak-anak yang menjadi korban. Padahal, sepanjang peradaban manusia, kata dia, ada kesepakatan tertulis dan tidak tertulis untuk hidup berdampingan secara damai, saling menolong dan membantu telah banyak dibuat dan disahkan, baik pada tataran komunitas, nasional maupun internasional.

"Namun kenyataan yang kita hadapi, sampai dengan hari ini berbeda dengan harapan kita semua. Dari perspektif pemahaman tersebut, dapat kita simpulkan bahwa terjadinya sikap maupun tindakan intoleran, radikalisme terorisme dan konflik bersenjata disebabkan oleh dilanggarnya suatu kesepakatan dan absennya dialog," urainya.

"Di mana esensi demokrasi adalah dialog dan kesepakatan. Esensi dialog adalah saling memahami menuju satu kesepakatan untuk hidup bersama dengan saling menerima, saling menghormati perbedaan," sambung Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan solusi untuk berdialog dan membuat kesepakatan dalam menyelesaikan sebuah konflik lebih baik daripada mengedepankan solusi militer. Menurutnya, solusi militer dalam mengatasi konflik hanya akan memicu konflik-konflik lainnya.

"Sepanjang sejarah kita juga menyaksikan bahwa solusi militer terbukti tidak sepenuhnya efektif dalam mengatasi konflik. Solusi militer dalam banyak kasus justru malah menyisakan rasa dendam yang pada gilirannya memicu konflik-konflik lanjutan dan tindakan-tindakan radikal dan kekerasan. Hal ini terjadi akibat hilangnya harapan masa depan di kalangan masyarakat, khususnya kalangan muda," papar Ma'ruf.

Ma'ruf Amin pun mengajak peran serta para delegasi yang hadir untuk ikut menjaga perdamaian dunia. Dia berharap semuanya mengedepankan dialog dan toleransi untuk menghindari konflik.

"Oleh karena itu, merupakan tugas bagi kita semua yang cinta damai, cinta demokrasi, cinta kemajuan bersama untuk memajukan kembali dialog serta membangun dan menjaga kesepakatan," ucapnya.

Simak Video "Putri Ma'ruf Amin Ikut Konvensi PSI Calon Walkot Tangsel"

[Gambas:Video 20detik]

(ams/rih)