Round-Up

Korban, ASN, hingga Wartawan Diperiksa Terkait Keraton Agung Sejagat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 08:05 WIB
(Foto: Ilustrator: Edi Wahyono)
Semarang -

Saksi-saksi yang dimintai keterangan polisi terkait Keraton Agung Sejagat terus bertambah. Kini sudah 23 orang termasuk saksi ahli dan korban.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes (Pol) Iskandar F Sutisna, mengatakan jika ditambah 2 tersangka yaitu Toto Santoso dan Fanni Aminadia maka total orang yang telah dimintai keterangan terkait kasus hukum Keraton Agung Sejagat telah berjumlah 25 orang.

"Jumlah diperiksa ada 23, kemudian tersangka 2 orang. Korban yang diperiksa sudah nambah, sekarang sekitar 11 orang," kata Iskandar di kantornya, Kamis (23/1/2020).


Tiga saksi terakhir yang dimintai keterangan yaitu 2 wartawan dan 1 orang dari dinas pariwisata Purworejo. Keterangan dari wartawan diperlukan untuk memperkuat jeratan pasal penyebaran berita bohong yang dilakukan Toto.

"Ada tambahan saksi 2 dari wartawan dan 1 dari dinas pariwisata setempat. Dari awak media untuk yang pasal 14 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946. Jadi media diundang dan mereka (tersangka) berikan statement, jadi sengaja menyiarkan berita bohong," jelasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah pengikut Keraton Agung Sejagat ada sekitar 425 orang, namun untuk keterangan yang diambil kepolisian yaitu beberapa sample korban. Iskandar menjelaskan rata-rata korban berusia lanjut.

"Korban di atas 45 tahun, ya, sudah usia tua lah. Kan lihat tidak ada anak muda," ujar Iskandar.

Untuk diketahui, Toto dan Fanni dijerat Pasal 14 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana 'barang siapa menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat' dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

(alg/mbr)