Kemensos Bakal Beri Pendampingan ke Korban Keraton Agung Sejagat

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 16:49 WIB
Foto: Mensos Juliari (Pradito/detikcom)
Bantul -

Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara menyebut kasus Keraton Agung Sejagat sebagai salah satu fenomena sosial yakni mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Juliari menuturkan Kemensos siap memberi pendampingan psikologi untuk para korban.

"Ya kalau mereka (korban penipuan Keraton Agung Sejagat) minta (pendampingan psikologi) ya kita dampingi," kata Juliari saat ditemui di di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2K3KS) Kementerian Sosial RI, Jalan Kesejahteraan Sosial, Dusun Sanggrahan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Kamis (23/1/2020).

Juliari menuturkan para pengikut Keraton Agung Sejagat merupakan korban janji manis 'Raja' Toto Santoso dan 'Ratu' Fanni Aminadia. Di antaranya janji gaji tinggi dan kesejahteraan para anggotanya dalam waktu singkat.

"Ya susah juga kalau di dalam benak kita selalu mau cari jalan singkat untuk menjadi kaya, itu dulu yang harus diluruskan. Karena tidak ada jalan singkat untuk menjadi orang kaya, itu adanya cuma di kasino, tapi di kasino juga bisa kaya mendadak dan miskin mendadak," tuturnya.

Dia menuturkan Kemensos bakal memberikan pemahaman jika tidak ada jalan instan untuk menjadi kaya. Dia juga bakal meluruskan pemahaman masyarakat yang salah itu.

"Jadi harus dibenamkan di otak kita, tidak ada jalan pintas untuk jadi orang yang kaya, itu tidak ada," ucapnya.

Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 23 orang terkait kasus hukum Keraton Agung Sejagat. Di antara puluhan saksi tersebut, ada 11 orang yang merupakan korban Toto dan Fanni.

Para korban ini berusia di atas 45 tahun. Kemungkinan warga berumur dan berusia lanjut memang menjadi target dari aksi Toto ini.

"Jumlah diperiksa ada 23, kemudian tersangka 2 orang. Korban yang diperiksa sudah nambah, sekarang sekitar 11 orang. Korban di atas 45 tahun, ya. Sudah usia tua lah. Kan lihat, tidak ada anak muda," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna, di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Kamis (23/1).


Simak Video "Curhat 'Ratu' Keraton Agung Sejagat"

[Gambas:Video 20detik]

(ams/sip)